Pria yang akrab disapa Gus M ini juga menilai kondisi distribusi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bogor masih sangat belum merata. Bahkan di wilayah keluarahan ataupun kecamatan masih kekurangan staf yang statusnya pegawai negeri sipil.
“Tenaga non ASN sangat dibutuhkan dengan pertimbangan utamanya adalah karena tidak terpenuhinya formasi atau kebutuhan ASN. Kalau toh ada ASN, tetapi tidak memiliki kapasitas, kompetensi dan kinerja yang baik, otomatis tak ada pelayanan prima,” ungkapnya.
Sebab, sambung dia, saat ini banyak pelaksanaan pekerjaan disemua sektor mengandalkan dan menggunakan teknologi berbasis internet yang harus didukung oleh SDM atau operator yang memiliki kapasitas.
Selain itu, kata dia, penataan pegawai yang dilakukan pemkot masih belum sesuai dengan keahliannya. Atas dasar itu, penataan pegawai di Kota Bogor menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Gus M juga menyinggung mengenai penggunaan anggaran untuk belanja pegawai Non ASN tidak begitu besar dibanding dengan anggaran perjalanan dinas dan belanja kendaraan dinas, anggaran makan minum, pakaian dinas, serta perlengkapan alat kantor.
























Discussion about this post