BogorOne.co.id | Jogjakarta – Siapa yang tidak kenal Malioboro, tempat yang selalu menjadi tujuan para pelancong dari berbagai daerah yang singgah di Yogyakarta.
Malioboro nama salah satu kawasan jalan dari tiga jalan yang ada di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu hingga ke perempatan kantor pos.
Jalan yang merupakan poros garis imajiner Kraton Yogyakarta secara keseluruhan terdiri atas jalan Margo Utomo, jalan Malioboro, dan jalan Margo Mulyo.
Kawasan Malioboro yang memiliki arsitektur unik yang khas perpaduan Jawa, China, Eropa dan juga Islam menjadi daya tarik tersendiri untuk dikunjungi.
Malioboro juga terkenal dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas Jogja dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual kuliner khas Jogja yang sangatlah terkenal seperti gudeg.
Menyusuri jalanan yang selalu ramai dipenuhi wisatawan ini selalu saja menarik hati, apalagi banyak oleh-oleh yang bisa dibeli di sepanjang jalan ini.
Malioboro juga sangat dekat dengan stasiun dan juga tugu bersejarah Yogyakarta dan tidak begitu jauh juga dari Keraton dan alun-alun Yogyakarta.
Berkunjung ke Yogyakarta rasanya kurang lengkap jika tidak menyusuri jalanan dengan panjang sekitar 2 kilometer ini, rasa lelah pun tidak terasa karena dimanjakan riuhnya para pedagang.
Malioboro mempunyai daya tarik tersendiri di samping deburan ombak sepanjang Parang Kusumo dan Parang Teritis, batu cinta dan juga gumuk pasir.
Malioboro seakan menjadi surga para pecinta kuliner dan pemborong buah tangan untuk dibagikan pada keluarga yang menunggu di rumah.
Jadi, belum lengkap rasanya jika kalian datang ke Malioboro Yogyakarta tanpa membeli oleh-oleh di pusat perbelanjaan yang sangat komplit.
Pasar Bringharjo menyediakan pakaian dan kain batik, lurik yang menjadi daya tarik sendiri bagi para wisatawan dan menyusuri Malioboro.
Dengan harga yang terjangkau dan motif yang beragam, membuat mata sedikit bingung untuk memilih karena semua tampak begitu indah.
Di pasar itu tidak hanya pakaian dan kain batik yang tersedia tetapi juga tersedia bermacam aksesoris, topeng dan cinderamata lainnya.
Setelah lelah berjalan menyusuri Malioboro, menyicipi makanan khas, membeli oleh-oleh maka sebaiknya ditutup dengan duduk di bangku yang banyak tersedia di sepanjang jalan.
Sesi foto-foto pun jangan sampai terlewatkan karena tanpa sesi foto, tidak ada kenangan yang tercipta dan akan dengan sangat senang membagikan momen perjalanan itu dengan memposting foto-foto yang kita ambil.
Terakhir, kita bisa menaiki becak atau andong menuju tempat kita menginap atau juga rumah keluarga, lengkaplah sudah wisata kali ini. (Ir-v)
























Discussion about this post