BogorOne.co.id | Bekasi – Doa dan dukungan terus mengalir ke rumah keluarga Ferry Irawan, salah seorang penumpang pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Sejak Senin, 19 Januari 2026, kerabat, sahabat, dan rekan kerja silih berganti mendatangi rumah orang tua Ferry di Jalan H. Kunen, Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Ferry Irawan diketahui sebagai pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan yang ikut dalam penerbangan tersebut. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai kondisi pesawat maupun para penumpangnya.
Sahabat Ferry semasa menempuh pendidikan magister di Universitas Pakuan, Iid Rohid, mengenang Ferry sebagai pribadi yang bertanggung jawab dan mudah bergaul.
“Yang kami kenal, orangnya baik dan ceria. Dalam urusan perkuliahan juga sangat bertanggung jawab,” kata Iid, Senin, 19 Januari 2026
Iid mengatakan keluarga, terutama ibunda Ferry, masih menyimpan harapan putranya dapat kembali dengan selamat. Menurut dia, sikap tersebut mencerminkan keyakinan keluarga di tengah situasi yang belum pasti.
Sementara itu, adik Ferry, Rio, mengatakan Kepolisian melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya telah mengambil sampel DNA dari anggota keluarga. Sampel tersebut akan digunakan untuk keperluan identifikasi jika diperlukan.
“Sampai sekarang kami masih menunggu informasi lanjutan. Kami berharap semuanya bisa kembali dengan selamat,” ujar Rio.
Hingga Senin malam, keluarga Ferry Irawan masih menanti perkembangan terbaru dari proses pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post