• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Jumat, September 11, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Bukan Sekadar Kejar Aset, Pendiri Beranda Ruang Diskusi Ungkap Kunci Penyelesaian BLBI

Redaksi by Redaksi
8 Agustus 2026
in NASIONAL
0
Bukan Sekadar Kejar Aset, Pendiri Beranda Ruang Diskusi Ungkap Kunci Penyelesaian BLBI
47
SHARES
47
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BogorOne.co.id | Jakarta – Penyelesaian persoalan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dinilai membutuhkan pendekatan yang lebih terbuka setelah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Selain mengejar pemulihan aset negara, pemerintah dinilai perlu menyediakan ruang dialog agar setiap persoalan tagihan dapat diverifikasi berdasarkan data, dokumen, dan dasar hukum yang jelas.

Pandangan tersebut disampaikan Dar Edi Yoga, salah satu pendiri Beranda Ruang Diskusi, Jumat (7/8/2026). Menurutnya, dialog antara pemerintah dan para obligor BLBI tidak seharusnya dipersepsikan sebagai bentuk pelonggaran terhadap kewajiban maupun penegakan hukum.

Sebaliknya, mekanisme tersebut dinilai penting untuk memastikan proses penyelesaian berjalan transparan dan menghasilkan kepastian hukum bagi semua pihak.

“Dialog bukan berarti melemahkan penegakan hukum atau menghapus kewajiban obligor. Dialog justru diperlukan untuk memastikan setiap tagihan memiliki dasar data, dokumen, dan perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Dar Edi Yoga.

BERITA LAINNYA

Solidaritas Jurnalis Bogor: Kirim Doa untuk 5 Rekan yang Hilang di Selat Sunda

Solidaritas Jurnalis Bogor: Kirim Doa untuk 5 Rekan yang Hilang di Selat Sunda

11 September 2026
Berapa Besar Selisih Emisi PLTU dibanding PLTN? Ini Datanya

Berapa Besar Selisih Emisi PLTU dibanding PLTN? Ini Datanya

9 September 2026
Waduk Cirata

Cuaca Ekstrem Picu 10 Ton Ikan Mati di Waduk Cirata

9 September 2026
lima jurnalis

Hasil Pencarian Rombongan Jurnalis dan ABK di Selat Sunda Masih Nihil

9 September 2026

Dar Edi Yoga menilai persoalan BLBI memiliki karakteristik yang beragam sehingga tidak seluruh obligor dapat ditempatkan dalam posisi yang sama.

Menurut dia, terdapat pihak yang memang harus memenuhi kewajiban kepada negara. Namun, di sisi lain, terdapat pula persoalan yang berkaitan dengan perbedaan data, besaran tagihan, status hukum, maupun proses administrasi yang masih perlu diuji dan diklarifikasi.

Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Keuangan, khususnya Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), dinilai perlu membuka kanal komunikasi yang memungkinkan setiap keberatan disampaikan dan diuji berdasarkan bukti.

“Negara perlu membedakan antara pihak yang sengaja menghindari kewajiban dengan pihak yang memiliki keberatan berdasarkan bukti dan argumentasi yang bisa diuji. Menyamakan seluruh obligor justru berpotensi mengabaikan aspek keadilan,” katanya.

Panjanganya proses penyelesaian BLBI, menurut Dar Edi Yoga, menjadi alasan lain mengapa verifikasi data perlu dilakukan secara terbuka.

Selama lebih dari 20 tahun, penyelesaian persoalan tersebut telah melewati berbagai perubahan kebijakan, regulasi, serta pergantian institusi. Kondisi tersebut, menurutnya, memungkinkan munculnya perbedaan interpretasi maupun persoalan administratif yang perlu ditelusuri kembali secara objektif.

Baginya, verifikasi bukan berarti pemerintah mundur dari upaya pemulihan aset. Justru, proses tersebut dapat memperkuat posisi negara ketika seluruh kewajiban telah memiliki dasar perhitungan yang terang dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dar Edi Yoga berpandangan, pemerintah tidak perlu khawatir membuka ruang dialog dengan pihak-pihak yang masih memiliki keberatan terhadap tagihan BLBI.

Jika setelah proses klarifikasi ditemukan bahwa kewajiban memang sah dan masih harus dibayarkan, maka obligor tidak memiliki alasan untuk menghindari penyelesaian. Sebaliknya, apabila ditemukan kekeliruan administratif atau perhitungan, koreksi perlu dilakukan secara terbuka.
Menurutnya, keberanian melakukan koreksi bukanlah tanda kelemahan pemerintah.

Sebaliknya, hal itu dapat menunjukkan bahwa negara bekerja berdasarkan prinsip hukum dan bukti.

“Negara yang kuat bukan hanya negara yang tegas, tetapi juga negara yang bersedia mendengar, memeriksa kembali, dan memperbaiki apabila ditemukan kekeliruan,” tegasnya.

Dar Edi Yoga menilai ukuran keberhasilan penyelesaian BLBI tidak semata-mata dapat dilihat dari jumlah aset yang berhasil dikembalikan kepada negara.

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum dan pengelolaan aset negara.

Menurutnya, proses penyelesaian harus mampu memperlihatkan bahwa negara menjalankan kewenangannya secara profesional, objektif, transparan, dan tidak mengabaikan hak pihak-pihak yang memiliki dasar keberatan.

Karena itu, ia berharap pemerintah dapat menempatkan penyelesaian BLBI dalam kerangka yang lebih luas, yakni pemulihan hak negara sekaligus memastikan kepastian hukum bagi seluruh pihak.

Pendekatan tersebut dinilai dapat menjadikan penyelesaian persoalan BLBI sebagai contoh bahwa ketegasan negara dan prinsip keadilan tidak harus dipertentangkan.

Pada akhirnya, penyelesaian BLBI diharapkan tidak berhenti pada persoalan berapa besar aset yang berhasil ditagih, tetapi juga meninggalkan standar baru mengenai bagaimana negara menyelesaikan persoalan hukum dan keuangan yang telah berlangsung panjang dengan tetap menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik.

Editor : Muttaqien

Tags: Aset NegaraBantuan Likuiditas Bank IndonesiaBLBI

Related Posts

Solidaritas Jurnalis Bogor: Kirim Doa untuk 5 Rekan yang Hilang di Selat Sunda
NASIONAL

Solidaritas Jurnalis Bogor: Kirim Doa untuk 5 Rekan yang Hilang di Selat Sunda

11 September 2026
Berapa Besar Selisih Emisi PLTU dibanding PLTN? Ini Datanya
NASIONAL

Berapa Besar Selisih Emisi PLTU dibanding PLTN? Ini Datanya

9 September 2026
Waduk Cirata
NASIONAL

Cuaca Ekstrem Picu 10 Ton Ikan Mati di Waduk Cirata

9 September 2026
lima jurnalis
NASIONAL

Hasil Pencarian Rombongan Jurnalis dan ABK di Selat Sunda Masih Nihil

9 September 2026
Water Mist Hadapi Abu Anak Krakatau, Samuel Silaen: Jangan Sampai Jadi “Sapu Langit”
NASIONAL

Water Mist Hadapi Abu Anak Krakatau, Samuel Silaen: Jangan Sampai Jadi “Sapu Langit”

9 September 2026
Eva Stevany Rataba
NASIONAL

Data DTSEN Bermasalah, Nama Anggota DPR Eva Rataba Masuk Desil 4

8 September 2026
Next Post
Sampah Jadi Energi? TNI AD dan Pemda Bongkar Strategi Baru Atasi Krisis TPA

Sampah Jadi Energi? TNI AD dan Pemda Bongkar Strategi Baru Atasi Krisis TPA

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

16 Maret 2026

DARI REDAKSI

Harga Cabai Makin Pedas, Per Kilogram Tembus Rp100 Ribu

Harga Cabai Makin Pedas, Per Kilogram Tembus Rp100 Ribu

27 Desember 2021
Satreskrim Polsek Parung Amankan Pria Bersajam 

Satreskrim Polsek Parung Amankan Pria Bersajam 

8 Januari 2024
Pekan Ini, 10 Unit BisKita Siap Mengaspal di Koridor Enam

Pekan Ini, 10 Unit BisKita Siap Mengaspal di Koridor Enam

26 November 2021
Raymond/Joaquin

Raymond/Joaquin Catat Sejarah, Raih Gelar Super 500 Pertama di Australia Open 2025

24 November 2025

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In