BogorOne.co.id | Kota Bogor – Komunitas Ruang Temu menggelar acara literasi budaya bertajuk CERITOPIA di Atrium Lantai II Botani Square, Kota Bogor, Jumat (13/6/2025). Kegiatan ini berlangsung dari pukul 13.00 hingga 18.00 WIB dan mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk para pendidik.
Kepala SDN Tanah Sareal 1, Wida Astuti, yang turut hadir dalam acara tersebut, menilai CERITOPIA sebagai kegiatan yang bermanfaat bagi siswa, khususnya dalam menumbuhkan minat baca melalui pendekatan kreatif dan interaktif.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi anak-anak. Selain menambah wawasan mereka dalam literasi, pendekatan yang digunakan melalui teater dan bercerita membuat mereka lebih antusias belajar,” ujar Wida usai menghadiri acara.
Wida juga mengapresiasi bagaimana CERITOPIA menyajikan literasi dalam bentuk yang menyenangkan, terutama melalui seni pertunjukan dan cerita rakyat. Menurutnya, pendekatan ini efektif dalam memperkenalkan budaya Nusantara yang sering terpinggirkan oleh dongeng modern.
“Awalnya ada keraguan dari orang tua, namun setelah melihat anak-anak begitu semangat dan menikmati proses belajarnya, mereka mulai mendukung penuh. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” tambahnya.
Dalam acara tersebut, anak-anak diajak menyaksikan pertunjukan teater Lutung Kasarung oleh Sanggar Teater RAS, mengikuti workshop pembuatan boneka tangan, serta talk show bersama pendongeng Kak Bonchie. Selain itu, CERITOPIA juga menggalang donasi buku cerita untuk komunitas literasi dan sekolah-sekolah di Bogor.
Dengan jumlah pengunjung yang diperkirakan mencapai 300 hingga 500 orang, CERITOPIA menjadi ruang kolaboratif antara komunitas literasi dan sekolah untuk membangun ekosistem pembelajaran yang menarik dan relevan bagi anak-anak.
SDN Tanah Sareal 1 menyatakan kesiapannya untuk kembali berpartisipasi dalam program serupa di masa mendatang.
“Kami sangat mendukung inisiatif ini. Jika ada kesempatan untuk berkolaborasi lagi, kami pasti bersedia. Harapan kami, semakin banyak anak yang gemar membaca, lebih kreatif, dan memiliki wawasan yang luas terhadap budaya lokal,” tutup Wida.
Acara ini diharapkan menjadi gerakan kolektif dalam membangun masa depan literasi anak-anak Indonesia yang berakar pada jati diri dan kekayaan budaya bangsa. *
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post