BogorOne.co.id | Kota Bogor – Sepanjang Oktober 2025, sebanyak 80 peristiwa bencana alam terjadi di Kota Bogor. Satu anak dilaporkan meninggal dunia akibat hanyut di aliran Sungai Cisadane.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Dimas Tiko mengatakan, data tersebut dihimpun sejak awal bulan hingga 29 Oktober. Bencana tersebar di enam kecamatan.
“Jika ditotal secara keseluruhan, maka sepanjang bulan Oktober ada 80 kejadian bencana alam di Kota Bogor,” ujar Dimas, Kamis, 30 Oktober 2025.
Jenis bencana yang paling banyak adalah bangunan roboh, sebanyak 25 kejadian. Disusul tanah longsor 22 kejadian dan pohon tumbang 17 kejadian. Salah satu kejadian pohon tumbang yang cukup parah yakni robohnya pohon beringin di dekat gereja hingga menutup ruas Jalan Kapten Muslihat.
Secara keseluruhan, bencana tersebut berdampak pada 318 jiwa.
“Ada satu korban jiwa, seorang anak yang ditemukan meninggal usai hanyut di Sungai Cisadane,” kata Dimas.
Dimas mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Mohon tetap tenang dan selalu waspada menghadapi potensi bencana seperti banjir, longsor, atau angin kencang,” ujarnya.
Ia juga meminta warga memantau informasi cuaca dari sumber resmi, menjaga kesehatan, dan kebersihan lingkungan.
“Mari kita saling mengingatkan dan membantu satu sama lain dalam menghadapi situasi ini,” kata Dimas.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post