BogorOne.co.id | Kota Bogor – Ambruknya atap gedung SDN Polisi 1 di Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor, membuat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), sehingga para siswa harus melaksanakan KBM menjadi 3 shift.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Irwan Riyanto mengklaim, bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Polisi 1 tidak akan terganggu atas peristiwa tersebut.
“Ibu kepala sekolah sudah menyampaikan bahwa kita akan mengatur 3 shit. Artinya menggunakan kelas yang ada yang tidak terganggu. Karena ini hanya satu blok bawahnya engga ada masalah,” ujar Irwan.
Menurut Irwan, kepala sekolah yang lebih paham tapi beliau menyampaikan bahwa kurang lebih satu jam setengah dua jam itu diatur antara kelas masing masing.
Sementara itu, Irwan menjelaskan peristiwa ambruknya atap sekolah di SDN Polisi 1 karena hujan deras yang melanda Kota Bogor
“Kejadian 5.30 pagi itu saksi ya yang melaporkan pak andi, dan itu terjadi saat hujan besar kemduian angin puting beliung mengakibatkan 4 ruangan kelas 5 itu ambruk, genteng sama bajaringan penahannya,” tutur Irwan.
Irwan mengaku, dirinya telah melaporkan kejadian tersebut secara tertulis dan menghitung rencana perbaikannya yang kemungkinan akan dialokasikan dari Biaya Tak Terduga (BTT).
“Ya, kita sudah hitung juga insya allah dengan kalak BPBD dan wilayah, untuk mekanisme penyelesiannya nanti mengunakan dana btt untuk pembangunannya,” tandasnya. (Fry)























Discussion about this post