BogorOne.co.id | Kota Bogor – Menurunnya level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjadi 3 membuat pemerintah mereksasi beberapa kebijakan. Namun, untuk di Kota Bogor pelonggaran kebijakan tidak lepas dari beberapa aturan yang sudah dibuat sebelumnya seperti pemberlakuan Ganjil Genap.
Kepala Dishub Kota Bogor, Eko Prabowo mengatakan, pihaknya akan terus mendukung apapun kebijakan yang sifatnya untuk menekang angka penyebaran covid-19.
“Masyarakat nampak sudah jenuh, kita Dishub di bawah komando Polresta Bogor mendukung penuh kebijakan pembatasan mobilitas,” ucapnya saat melakukan kunjungan ke Pokwan DPRD Kota Bogor beserta jajarannya, Selasa (31/08/21).
Meski masih menerapkan ganjil genap, lanjutnya, di sebagian wilayah Kota Bogor, namun kali ini berbeda dengan gage yang sebelumnya. “Sejauh ini, kalau dilihat sektornya 24 jam dan diatur dengan menggunakan pola F yang dikembangkan oleh Polresta Bogor,” ujarnya.
Menurut Eko, pola F yang dimaksudkan adalah titik ganjil genap itu mendekat dengan lokasi sentra vaksin, sehingga petugas yang terlibat di lapangan lebih dioptimalkan untuk memasifkan vaksinasi covid-19 di Kota Bogor.
“Pola F itu mendekatkan pelaksanaan gage di sektor sentra vaksin. Jadi, warga yang belum vaksin dibelokan ke sentra vaksin agar melakukan vaksinasi,” katanya.
Pola F yang diberlakukan dengan melakukan penyekatan ganjil genap sesuai dengan tanggal. Apabila ada kendaraan yang melanggar akan diarahkan ke sentra vaksin untuk diperiksa apakah sudah melakukan vaksinasi covid-19 atau belum. “Sebelumnya dicek KTP-nya, ini khusus untuk yang ber KTP Kota Bogor,” tegasnya.
Soal vaksinasi, Pemkot Bogor menargetkan awal September ini sudah mendekati herd immunity. Minimal awal September sudah 70 persen yang sudah divaksin
Masih kata Eko, dirinya menyayangkan sikap warga yang lebih meributkan jenis vaksin dibandingkan dengan kesehatannya.
“Banyak warga yang nanya vaksinnya apa. Padahal vaksin aja dulu, mumpung vaksin di kita sedang berlimbah,” tegasnya.
Eko menambahkan, jumlah vaksin yang berlimpah adalah keuntungan Kota Bogor yang letaknya berdekatan dengan wilayah Aglomerasi. “Pemerintah memusatkan vaksinasi di wilayah Aglomerasi, itu sebabnya Bogor mendapat jatah vaksin yang banyak,” pungkasnya.
Untuk diketahui, ada beberapa sentra vaksin di Kota Bogor diantaranya di Puri Begawan, Mobile Kecamatan Bogor Timur, Kantor Kelurahan Katulampa, Mall Botani, Mall BTM, Mall Jambu Dua, SMAN 7 Bogor.
Selain itu antaralain SMKN 2 Bogor, Kantor Kelurahan Genteng, Mall Boxies, TK Kinderfield, Jungle Waterpark, SMAN 6 Bogor, Sekolah IT At-Taufiq, SMA IT Ummul Quro, MAN 1 Bogor, SMP 14 Bogor, SMK Ibnu Sina, Puskesmas dan Fsyankes di Kota Bogor. (Fik)





























Discussion about this post