BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor terus melakukan penataan dan perapihan kabel udara di sejumlah titik strategis untuk menciptakan wajah kota yang lebih tertata, indah, dan aman bagi masyarakat. Salah satunya dilakukan di wilayah Kecamatan Ciawi, Kamis, 4 September 2025.
Sekretaris DPUPR Kabupaten Bogor, Gantara Lenggana, mengatakan, langkah ini bertujuan memindahkan kabel ke bawah tanah, sekaligus meningkatkan keamanan masyarakat dari potensi bahaya akibat kabel menjuntai atau rusak.
“Harapannya, penertiban kabel udara dapat mendukung terwujudnya Kabupaten Bogor sebagai kota global, meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, dan menyediakan layanan telekomunikasi yang lebih andal melalui kolaborasi antara pemerintah dengan operator utilitas,” ujar Gantara.
Saat ini, DPUPR telah memutus jaringan kabel udara di beberapa lokasi, antara lain Jalan Kandang Roda – Sentul (Jalan Soekarno Hatta), Jalan Kandang Roda – Pakansari (Jalan Jenderal Soedirman), Simpang Daralon, dan Simpang PDAM. Sementara beberapa ruas jalan sedang dalam progres penurunan kabel udara, yaitu Jalan Mayor Oking, Jalan Edi Yoso, Jalan Tegar Beriman, dan Jalan Cijayanti – Bojong Koneng.
Untuk ruas jalan yang masih dalam proses perizinan penurunan kabel udara adalah Jalan Raya Bogor, mulai dari Fly Over Cibinong hingga Pomad perbatasan Kota Bogor. Penataan ini mengacu pada Surat Edaran Nomor: 600.1/439/Adbang tentang Pelaksanaan Penataan dan Penertiban Jaringan Utilitas, dalam upaya penataan kabel udara yang semrawut karena berdampak pada estetika, ketertiban, dan keselamatan masyarakat.
Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan (IJJ) Kelas A Wilayah II Ciawi, Heru Haerudin, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya DPUPR. Menurutnya, penataan kabel udara sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menciptakan ruang publik yang tertib, aman, dan nyaman.
“Penataan kabel udara ini bukan hanya soal estetika kota, tetapi juga soal keselamatan dan kerapihan infrastruktur. Dengan kabel yang lebih tertata, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung, mulai dari kenyamanan lalu lintas, keamanan pengguna jalan, hingga keindahan lingkungan,” kata Heru.
Upaya ini juga mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah satunya Bapak Ade, warga Ciawi, yang menilai lingkungan menjadi lebih rapi dan nyaman.
“Ya bagus lah, jadi nggak kelihatan semerawutnya gitu ya. Jadi kalau gini kayaknya tertata rapi,” ujarnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post