BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, meminta Pemerintah Kabupaten Bogor mengusut tuntas dugaan praktik jual beli jabatan di lingkungan pemerintahan daerah. Ia menilai kasus tersebut harus dibuka secara terang agar pihak-pihak yang terlibat dapat diketahui.
Sebelumnya, Inspektorat Kabupaten Bogor telah memanggil 12 orang untuk diperiksa terkait dugaan tersebut. Pemeriksaan dilakukan setelah muncul indikasi adanya oknum aparatur sipil negara (ASN) yang menawarkan promosi jabatan.
Kasus ini bermula ketika seorang ASN yang menjabat sebagai pejabat fungsional diduga menawarkan kepada sejumlah rekan sesama fungsional untuk menjadi pejabat struktural di tingkat kecamatan. Tawaran itu disertai permintaan sejumlah uang yang diberikan secara bertahap oleh beberapa pihak.
Sastra menegaskan DPRD mendorong pemerintah daerah mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh.
“Kami mendorong untuk bisa mengungkap siapa saja yang terlibat. Harus dibuka seterang-terangnya,” kata Sastra, Selasa, 7 April 2026.
Ia juga menyatakan DPRD mendukung langkah tegas pemerintah daerah apabila dugaan tersebut terbukti. Menurut dia, Bupati Bogor telah menyampaikan bahwa hasil temuan Inspektorat akan ditindaklanjuti dan penanganannya dapat melibatkan aparat penegak hukum.
Sastra menilai praktik semacam itu mencederai tata kelola pemerintahan. Ia menekankan penempatan jabatan di lingkungan Pemkab Bogor harus bebas dari praktik transaksional.
“Kami ingin setiap penempatan jabatan tidak ada jual beli. Ini bagian dari upaya membangun Bogor agar ASN bisa bekerja secara profesional,” ujarnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post