BogorOne.co.id | Kota Bogor – Dalam rangka mengakselerasi Gerakan Moderasi Beragama kepada kalangan milenial, PP Hamalatul Qur’an Al Falakiyah didukung oleh Kementerian Agama RI menggelar “Seminar Moderasi Beragama untuk kalangan Milenial Pesantren”, Selasa 19 Desember 2023 di Pagentongan, Kota Bogor.
Hadir pada acara tersebut Staf Khsusus Menteri Agama RI Bidang Toleransi, Terorisme, Radikalisme dan Pesantren Dr. Mohammad Nuruzzaman, M.Si.
Dalam pidato kuncinya, Nuruzzaman yang merupakan salah satu pengurus PBNU menyatakan bahwa pentingnya peran pondok pesantren untuk menyebarkan paham moderasi beragama.
“Gus Menteri Agama RI mencanangkan bahwa Tahun 2023 sebagai Tahun Kerukunan Umat Beragama. Untuk itu kegiatan ini sebagai bentuk realisasi dan dukungan terhadap penyebaran Moderasi Beragama, terutama bagi kalangan milenial pesantren,” ungkap Bib Zaman.
Bahkan pihaknya mewanti-wanti agar generasi muda khususnya Gen Z jangan sampai masuk angin dengan adanya penyebaran narasi radikalisme melalui platform sosial media.
“Adik-adik santri harus smart Ketika menggunakan smartphone. Ingat, saring sebelum sharing, be smart people!” pesan Bib Zaman.
Sementara itu, Pengasuh PP Al Falakiyah Abi Tubagus Asep Zulfiqor selaku tuan rumah menegaskan bahwa dengan penyebaran paham moderasi beragama ini menumbuhkan kesadaran dalam beragama yang baik sesuai dengan karakter Ahlussunnah wal Jama’ah, yakni tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), I’tidal (tegak lurus dalam kebenaran), dan tasamuh (toleransi).
“Kami sangat mendukung paham moderasi beragama ini agar para santri saat terjun di masyarakat bisa berinteraksi dengan dasar agama yang komprehensif, cerdas, dan bijaksana,” ujar Abi Asep yang juga merupakan Wakil Ketua MUI Kota Bogor.
Kegiatan yang dihadiri lebih dari 100 peserta ini merupakan santri yang berasal dari beberapa pondok pesantren dan madrasah di Kota Bogor. Mereka menyimak pemaparan dari para narasumber di bidangnya, di antaranya Achmad Ubaidillah (Founder Pusat Studi Pesantren) dan Yudin Taqyudin (Praktisi Media Digital).
“Kami berharap kegiatan sejenis bisa diduplikasi dan diperbanyak di berbagai pondok pesantren lainnya,” pungkas Abi Asep. (*)
























Discussion about this post