BogorOne.co.id | Jakarta – Ketika Bulan Ramadhan akan datang, banyak seruan untuk menyambut bulan mulia ini dengan perasaan senang. Nyatanya, banyak kaum muslimin yang merasa gembira ketika Ramadhan datang dengan berbagai alasan.
Demikian pula ketika Ramadhan berlangsung, kegembiraan dirasakan oleh banyak orang. Kegembiraan ini menarik untuk dibahas karena Rasulullah juga telah mengabarkan berbagai kegembiraan untuk kaum muslimin dengan rangkaian ibadah sunnah di Bulan Sya’ban sebelum memasuki Ramadhan.
Melansir laman NU, Gebyar datangnya Ramadhan yang merasuk ke segenap sendi-sendi kehidupan kaum muslimin di manapun mereka berada menarik perhatian para peneliti.
Dari mana asalnya sumber kegembiraan itu? Benarkah efek positif sunnah-sunnah di Bulan Sya’ban dapat menghantarkan kegembiraan saat memasuki Bulan Ramadahan? Adakah pengaruh kegembiraan itu terhadap kepribadian umat Islam?
Sebuah penelitian terbaru dari Malaysia mengungkapkan, ada kegembiraan di Bulan Ramadhan yang merupakan efek ikutan dari kebiasaan puasa sunnah di Bulan Sya’ban. Penelitian itu dilakukan oleh Hassan dan timnya tentang efek puasa Sya’ban dan kepribadian di Bulan Ramadhan.
Di Indonesia sendiri, penelitian tentang kegembiraan di Bulan Ramadhan telah dilakukan terhadap komunitas santri. Dalam tradisi Islam, khususnya di Nusantara, bulan Ramadhan terbiasa disambut dengan penuh suka cita.
Oleh karena itu, bulan Ramadhan diduga berkaitan dengan kebahagiaan. Penelitian yang telah dilakukan oleh Royanullah dan Komari ini bertujuan menganalisis perubahan kebahagiaan pada seorang muslim seiring datangnya bulan Ramadhan.
Dari berbagai penelitian tersebut, Bulan Ramadhan erat sekali kaitannya dengan kegembiraan kaum muslimin, kegembiraan tersebut akan sangat berpengaruh terhadap baiknya kepribadian dan kesehatan fisik maupun mental kaum muslimin.
Oleh karena itu, selayaknya setiap orang Islam berusaha menghayati rangkaian ibadah di Bulan Ramadhan agar mendapatkan keberkahan berupa kebahagiaan hakiki yang tidak hanya dirasakan di akhirat kelak, tetapi juga bisa dipetik buahnya sejak di dunia ini.(Ir-v)
























Discussion about this post