BogorOne.co.id | Cisarua – Taliban melalui juru bicarannya Zabihullah Mujahid mengumumkan bahwa kelompoknya telah berubah tak seperti pada pertama kali berkuasa.
Bahkan mereka mengklaim akan lebih menghormati hak-hak perempuan termasuk untuk bekerja menurut syariat Islam.
Namun, janji Taliban yang kini telah mengambil alih kekuasaan di Afganistan tak dipercaya warga Afganistan yang kini telah mengungsi di Indonesia, tepatnya di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.
“Taliban tidak akan pernah berubah. Saya tidak percaya dengan mereka. Mereka berbahaya,” kata Zia Gul Noori yang mengungsi saat di wawancara, Senin (22/08/21).
Zia Gul Noori merupakan salah satu penggungsi dari Afganistan yang juga berprofesi sebagai guru di sebuah Kamp pengusian, Cisarua Refugee Learning Centre (CRLC) di Kampung Ciburial, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
Di mata para pengungsi, kata Zia, Taliban adalah kelompok yang mengatasnamakan diri mereka sebagai Emirat (Kerajaan) Islam Afghanistan.
Dijelaskan dia, kelompok tersebut merupakan pergerakan politik religius Islamis Deobandi atau Sunni. Zia juga mengatakan, Taliban merupakan organisasi militer di Afghanistan.
“Ketika mereka (Taliban) tiba ke Afghanistan, mereka menjarah aset-aset nasional Afganistan. Taliban menguasai hampir semua kota-kota besar di sekitar ibu kota Afganistan, Kabul,” ujarnya.
Menurut wanita yang akrab dipanggil Zia itu, berkuasnya Taliban membuat pupus harapan para pengungsi asal Afganistan untuk tidak kembali pulang ke kampung halaman.
“Para pengungsi Afghanistan tidak bisa kembali ke negara asalnya, sebagimana yang kalian semua ketahui Afghanistan dikendalikan oleh Taliban akhir-akhir ini,” turunya mengunakan bahasa Inggris yang cukup fasih.
Ketika mereka (Taliban-red) tiba ke Afghanistan lanjutnya, mereka menjarah aset-aset nasional Afganistan. “Mereka sengaja membakar taman kota di sana karena pahatan di taman yang mereka bakar lumayan mahal (agar negara Afghan rugi besar),” ucap Zia.
Masih kata Zia, kabar terakhir Taliban juga membunuh 9 pria Hazara (Hazara adalah nama etnissuku minoritas di Afghanistan) dengan keadaan yang sangat parah.
Zia adalah salah satu imigran asal Afganistan bersuku Hazara. Di mana kominitas suku ini mayoritas menganut keyakinan Muslim Syiah. Di mana suku ini banyak menjadi korban dari Taliban.
“Mereka tidak bisa kembali pulang ke negaranya dan tidak pula tinggal di sini terus,” ucapnya.
Seperti diketahui, Presiden Afganistan, Ashraf Ghani, meninggalkan Kabul pada hari Minggu 15 Agustus lalu menyusul Taliban memasuki ibu kota. Taliban mengambil alih pemerintahan dan Istana Kepresidenan Afghanistan di Kabul. (Donn)





























Discussion about this post