BogorOne.co.id – Memasuki hari keempat operasi pencarian terhadap Bayu, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga jatuh ke aliran Sungai Cisadane dari jembatan penghubung Cipaku–Pamoyanan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama tim SAR gabungan memperketat strategi di lokasi kejadian.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, turun langsung ke lokasi untuk memantau proses pencarian yang melibatkan personel gabungan dari Basarnas, BPBD, Satpol PP, Damkar, TNI-Polri, serta potensi masyarakat.
“Hari ini saya minta seluruh tim gabungan untuk mengambil langkah mengangkat sebagian sampah dan sedimen di sekitar jembatan tempat diduga jatuhnya Saudara Bayu,” ujar Dedie di lokasi pencarian.
Fokus Pembersihan Sedimen dan Pemotongan Bambu
Dedie menjelaskan, tim penyelam di lapangan menghadapi kendala utama berupa jarak pandang (visibility) yang sangat terbatas di dasar sungai serta arus bawah yang kencang. Selain itu, medan berupa jalan setapak yang tidak bisa diakses kendaraan roda empat memaksa seluruh proses pengangkatan material dilakukan secara manual.
“Kendalanya visibility terbatas dan arus bawah cukup kencang. Hari ini kita coba angkat sedimen serta potongan bambu di dasar sungai. Kalau material itu bisa diangkat, ada harapan kontur di bawahnya bergerak sehingga korban—jika memang tersangkut—bisa terlepas,” terangnya.
Mengenai teknis pengamanan jembatan ke depan, Dedie menyebut pembatas (railing) jembatan sebetulnya masih terpasang dengan baik meski lokasinya cukup curam. Pemkot Bogor akan mengevaluasi serta memberikan penanganan (treatment) tambahan jika diperlukan.
Peluang Hanyut Masih Kecil, Evaluasi Strategi ke arah Hilir
Berdasarkan analisis pemantauan udara menggunakan drone milik Layanan 112, kecil kemungkinan korban hanyut jauh ke arah hilir. Hal ini mengingat kondisi debit air Sungai Cisadane yang relatif rendah di musim kemarau, ditambah banyaknya jaring alami serta padatnya pemukiman warga di sepanjang bantaran sungai hingga wilayah Empang dan Pasir Jaya.
“Peluang hanyut ke hilir sementara ini kecil karena debit air relatif rendah dan banyak hambatan alami. Jika ada pergerakan ke hilir, warga di bantaran sungai pasti akan melihat. Karena itu, kami maksimalkan konsentrasi di titik ini dulu. Apabila hari ini belum ada hasil, strategi operasi akan kita geser ke titik dalam di sebelah hilir,” jelas Dedie.
Keluarga Diminta Bersabar, Operasi Maksimal 7 Hari
Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Search and Rescue (SAR), masa pencarian standar akan berlangsung hingga tujuh hari. Pemkot Bogor memastikan seluruh upaya dilakukan secara maksimal, termasuk melakukan penyisiran hingga larut malam pada hari pertama kejadian.
“Untuk keluarga, saya minta untuk tetap bersabar. Pemkot Bogor bersama TNI-Polri dan tim SAR terus berusaha semaksimal mungkin. Kami semua berdoa mudah-mudahan Saudara Bayu dapat segera ditemukan,” pungkasnya.
Reporter : Resha Bunai
Editor : Muttaqien


























Discussion about this post