BogorOne.co.id | Kota Bogor – Pihak Rektorat Kampus UIKA Bogor berjanji mengusut tuntas kasus dugaan kelakuan mesum yang dilakukan Dosen berinisial MDR terhadap mahasiswinya.
Berdasarkan informasi, bahwa dosen tersebut telah mengundurkan diri dari aktivitas kampus. Rektorat juga telah membentuk tim untuk mengusut kasus itu sampai tuntas.
Dilain pihak fahrizal alumni fakultas agama Islam UIKA Bogor mengungkapkan bahwa tak aneh mendengar viralnya berita tersebut.
“Ya desas desus ini sudah lama saya dengar dari adik-adik mahasiswa di UIKA, cuma ya baru obrolan warung kopi saja” katanya, Selasa 03 Oktober 2023.
Obama sapaan akrabnya mengaku sangat menghargai pernyataan rektorat yang memperhatikan asas praduga tak bersalah terhadap MDR dan sanksi pengunduran diri serta akan menyelesaikan kasus ini.
“Sekarang wibawa rektorat UIKA dipertaruhkan, setidaknya saya menduga ada banyak alasan kuat bahwa viralnya berita ini benar terjadi” katanya.
fahrizal menduga munculnya akun tiktok @mahasiswiuika ini adalah bentuk dari relasi kekuasaan yang dialami oleh korban.
“MDR ini kan dosen dikampus, tentu memiliki kuasa untuk menguasai korban dalam kehidupan pembelajaran dikelas sehingga ketakutan akan nilai atau lainnya yang jadi perhitungan korban untuk mengungkapkan,” jelasnya
Pria berambut ikal ini menduga bahwa korban saat ini benar benar mengalami ketakutan serta mengalami ancaman. Bahwa akun tersebut telah hilang diduga hasil dari ancaman yang diterima.
“akun tiktok itu hilang, dan keluar klarifikasi terkait viralnya berita ini, saya menduga ini kan bagian dari pengaburan inti masalah (fake victim),” tegasnya.
Menurut rektorat bahwa MDR telah bersumpah ruah menyangkal peristiwa itu dan menantang untuk pembuktian.
“Sumpah serampah itu subyektif, tidak juga bsa dibenarkan, kalau MDR merasa dirugikan, tentu ahli yang terkait dan berwenang bisa menjelaskan” tuturnya.
Fahrizal, meminta kepada pihak rektorat untuk bersikap profesional dalam menangani isu ini, bahwa isu pelecehan ini adalah pidana tentu harus diselesaikan secara menyeluruh.
Adapun lembaga aduan yang di buat oleh rektorat menurutnya bagian dari sia sia. “Saya menilai dan sangat paham betul MDR ini bukan sembarang dosen, MDR ini pernah menempati jabatan struktural strategis di fakultas,” ujarnya lagi.
“Tentu kurang adil jika harus ditangani oleh internal kampus yang saya nilai hanya menghasilkan mediasi tanpa memikirkan traumatik yang akan dialami korban” tanbahnya.
Obama menyatakan komnas perlindungan perempuan atau bahkan LPSK harus ikut turun untuk menjaga korban yang sampai hari ini masih belum mau muncul.
“Korban sampai saat ini masih hilang kepercayaan dengan wilayah sekitar tentu perlu ada lembaga independen yang harus berperan” pungkasnya.
Obama keukeuh bahwa viralnya berita ini adalah kebenaran dan berharap korban mau menjadi pahlawan untuk mahasiswi lainnya walaupun menceritakan terkait pelecehan itu juga bagian terberat dalam hidup.
“Jangan takut, pasti banyak mahasiswa uika yang berharap bahwa viralnya berita adalah keberhentian dari prilaku prilaku tercela di lingkungan pendidikan yang akhir akhir ini banyak terjadi,” ucapnya
Masih kata dia, bahwa viralnya berita tersebut menjadi pembelajaran berharga untuk pihak kampus atau mahasiswa dan lainnya bahwa sosialisasi terkait pelecehan seksual dalam kampus sangat perlu.
“Ya, walaupun isu ini masih tahap pendalaman setidaknya pelecehan seksuan benar benar momok yang menakutkan dan berbahaya untuk mental dan masa depan korban,” tandas dia. (Rdt)
























Discussion about this post