BogorOne.co.id | Kota Bogor – M. Audy Pradipa, seorang tokoh muda dari Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bogor yang juga menjabat sebagai wakil ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Bogor, mengeluarkan kritik tajam terhadap kunjungan yang diduga politis oleh pengurus NU dan Plt Ketua Cabang NU Kota Bogor, Edi Nurokhman, ke rumah salah satu kandidat calon walikota Bogor, Dr. Rayendra.
Kunjungan tersebut, menurut Audy, sangat disayangkan dan meninggalkan kesan bahwa organisasi besar seperti NU tampaknya telah ‘dijual’ kepada politisi demi kepentingan mendapatkan hewan kurban.
Hal ini sangat bertentangan dengan prinsip netralitas yang seharusnya dijunjung tinggi oleh NU sebagai organisasi keagamaan yang memiliki pengaruh besar di masyarakat.
“Dalam suasana menjelang pemilihan walikota Bogor, seharusnya pengurus NU bersikap netral dan tidak terlibat dalam urusan politik praktis. Kunjungan seperti ini hanya mencoreng citra NU sebagai lembaga yang seharusnya menjadi penjaga nilai-nilai keagamaan dan moralitas,” ungkap Audy dalam pernyataannya.
Menurut Audy, tindakan seperti ini dapat memicu persepsi bahwa NU telah terlibat dalam politik praktis, mengorbankan nilai-nilai keagamaan demi kepentingan politik sesaat.
Hal ini juga dapat merusak hubungan harmonis antara NU dengan masyarakat serta memicu kekhawatiran akan adanya keterlibatan agama dalam politik yang dapat mengancam prinsip demokrasi yang berkeadilan.
Audy menegaskan bahwa sebagai anggota NU, ia dan segenap elemen muda NU Kota Bogor akan terus mengawasi dan mengkritisi setiap tindakan yang dianggap melanggar prinsip-prinsip organisasi dan moralitas keagamaan.
Ia juga mengajak para pengurus NU untuk kembali ke jalan yang benar dan memprioritaskan netralitas serta kepentingan umat di atas segalanya, serta berharap jajaran Syruriah NU Kota Bogor memanggil para pengurus hari ini untuk dimintai keterangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait terkait kritik yang dilontarkan oleh M. Audy Pradipa. (Rdt)
























Discussion about this post