BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Rencana pembangunan jalan alternatif Rancabungur–Leuwiliang kembali dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Kamis, 5 Februari 2026.
Warga Leuwiliang berharap proyek jalan yang melintasi Kecamatan Rancabungur, Ciampea, dan Leuwiliang itu segera direalisasikan untuk mengurai kemacetan di ruas jalan nasional Bogor–Leuwiliang yang kerap padat.
Camat Leuwiliang WR Pelitawan mengatakan, usulan pembangunan jalan alternatif tersebut menjadi salah satu prioritas dalam Musrenbang kecamatan, selain sejumlah usulan pembangunan lainnya di wilayah Bogor Barat.
“Pembangunan Jalan Rancabungur–Leuwiliang saat ini sudah masuk tahap pendataan lahan yang akan dibebaskan,” kata Pelitawan.
Ia menjelaskan, pendataan terhadap pemilik lahan yang terdampak telah dilakukan. Pemerintah daerah menargetkan pembebasan lahan pada 2026 dan pembangunan fisik jalan dimulai pada 2027.
Meski demikian, Pelitawan menyebut panjang jalan yang melintasi wilayah Kecamatan Leuwiliang belum dapat dipastikan karena penetapan lokasi belum ditetapkan.
“Baru ada gambar rencana pembebasan lahan. Jika penetapan lokasi sudah keluar, baru bisa diketahui panjang jalan yang melintasi Desa Leuwiliang, Karacak, dan Cibeber 1,” ujarnya.
Ia juga mengakui adanya penolakan dari sebagian warga, khususnya terkait lahan wakaf milik keluarga yang masuk dalam trase jalan alternatif tersebut.
“Setelah diberikan penjelasan mengenai pentingnya akses jalan alternatif oleh Wakil Bupati Bogor, pemilik lahan akhirnya memahami dan mengizinkan lahan tersebut digunakan,” kata Pelitawan.
Sementara itu, Kepala Desa Karehkel, Kecamatan Leuwiliang, Odi Marwan, mengatakan masyarakat di desanya mendukung penuh rencana pembangunan jalan alternatif tersebut.
Menurut Odi, lahan yang terdampak pembangunan jalan meliputi rumah warga, persawahan, dan perkebunan dengan jumlah pemilik lahan sekitar 200 orang.
“Masyarakat tidak mempermasalahkan lahannya digunakan untuk jalan alternatif. Justru mendukung agar proyek ini segera terealisasi. Sekarang warga menunggu kepastian dari pemerintah soal pembayaran lahan,” ujarnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post