BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor memastikan Jembatan Leuwiranji di Kecamatan Rumpin dapat kembali dilintasi mulai 1 Februari 2026. Jembatan tersebut merupakan akses penghubung antara wilayah Rumpin dan Gunung Sindur.
Sebelumnya, proses perbaikan jembatan sempat mengalami keterlambatan sehingga penutupan akses diperpanjang hingga 31 Januari 2026.
Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah VIII Parung, Candra Trikaya, mengatakan progres perbaikan Jembatan Leuwiranji saat ini telah mencapai 95 persen.
“Mudah-mudahan 31 Januari sudah rampung, sehingga 1 Februari sudah bisa dilalui,” ujar Candra, Rabu, 28 Januari 2026.
Ia menjelaskan, perbaikan kini memasuki tahap akhir, yakni penggantian material plat atau lantai kendaraan. Seluruh plat jembatan diganti, dan tersisa lima plat yang belum terpasang.
“Progresnya sudah 95 persen per hari ini. Hanya tinggal lima plat yang belum dipasang,” kata dia.
Meski demikian, pembukaan kembali jembatan akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, jembatan hanya dapat dilintasi kendaraan kecil.
“Untuk kendaraan besar seperti truk belum bisa melintas. Dibuka terlebih dahulu untuk kendaraan kecil seperti minibus,” jelas Candra.
Sebelumnya, Ketua DPK KNPI Kecamatan Gunung Sindur, Djaka Laidi, menyoroti lambannya proses perbaikan Jembatan Leuwiranji. Ia menilai keterlambatan tersebut merugikan masyarakat yang selama ini bergantung pada akses tersebut.
“Ini harus menjadi pembelajaran dan evaluasi ke depannya. Pembangunan ini menggunakan uang rakyat dan berdampak langsung pada aktivitas warga,” ujarnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post