BogorOne.co.id | Kota Bogor – sekitar 30 kader Warga Peduli AIDS (WPA) mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader Bogor Timur di Hotel 1O1, Jalan Suryakencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.
Wali Kota Bogor, Bima Arya yang berkesempatan hadir memberikan penguatan dengan menceritakan pengalamannya selama menjalani perawatan di rumah sakit akibat terpapar virus Covid-19.
Menurutnya, masa pandemi Covid-19, membuat semua pihak belajar banyak hal, termasuk dirinya yang menjadi pasien Covid-19 nomor satu di Kota Bogor.
Disamping itu juga dirinya menekankan pentingnya peran dari mindset dan pola hidup dalam mendukung kesehatan seseorang.
“Covid-19 mengajarkan kita banyak hal dan kita akan menjadi orang yang sia-sia dan konyol jika kita tidak belajar dari sini. Mindset, pikiran, perasaan, keyakinan, confusion, faith, kesetiaan, loyalty dan ibadah serta psikis adalah pondasi dari semuanya,” kata Bima kemarin.
Dia menambahakan, saat ini harus hidup teratur, jaga makanan, berpikir positif. “Kesimpulan saya makanan itu nomor sekian, tapi mindset diatas segalanya. Sering kali kita luput pada penguatan yang sifatnya non medis atau non kuratif,” ungkapnya.
Kepada para peserta pelatihan, Bima Arya mengaku akhir-akhir ini dirinya senang berdiskusi dan menyerap ilmu dari para lanjut usia (lansia).
Menurutnya, banyak penelitian menyimpulkan bahwa orang-orang yang panjang umur adalah orang-orang yang memiliki supporting system secara sosial, ada self asking atau ada circle of asking (lingkaran kepercayaan diri) yang dibangun.
Dia mengaku, pernah membaca artikel penyebab orang-orang di Asia Timur bisa panjang umur, karena mereka rutin minum teh saat sore hari bersama kerabat dan sahabat tercinta, sambil berbicara hal-hal yang menyenangkan.
Selain itu juga saling mendukung, rutin olahraga ringan dan mengkonsumsi makanan sehat. “Jika kita kepikiran hal atau penyakit yang mungkin diwariskan orang tua kita, mungkin itu bisa mempercepat kehadiran sel-sel penyakitnya,” katanya.
Baginya ada dua ikhtiar yang rutin dijalankan, yaitu olahraga rutin dan berpikir positif. Celaan dan kritikan yang ada, sebisa mungkin ditanggapi dengan positif dan berusaha untuk memisahkan mana urusan pribadi dan mana urusan dengan sang pencipta (Allah SWT).
“Akan melelahkan jika semua kita pikirkan, karena itu dalam konteks ini paliatif itu sangat penting dan kontekstual,” tandas Bima. (Gie)





























Discussion about this post