BogorOne.co.id | Kota Bogor – Seekor kambing betina di Peternakan Maju Bersama Farm, Kampung Bubulak, Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, mendapat perlakuan khusus. Kambing yang baru berusia lima hari itu lahir hanya dengan tiga kaki.
Kondisi tersebut membuat pengurus peternakan menempatkannya di dalam kotak khusus saat berada di kandang. Meski memiliki keterbatasan pada salah satu kaki depannya, kambing jenis Sapera (Saanen Peranakan Etawa) itu masih mampu berjalan.
Gerakannya memang lebih lambat dibandingkan kambing lainnya. Saat berjalan, ia tampak lebih dulu mengandalkan dua kaki belakang sebelum menyusul dengan kaki bagian depannya.
Pengurus Peternakan Maju Bersama Farm, Deden, mengatakan kambing tersebut lahir pada 19 September 2026. Ia merupakan anak pertama dari kelahiran kembar tiga.
“Dia masih menyusu ke induknya, cuma pakai dot. Kalau biasanya di sini kambing langsung menyusu ke induknya,” kata Deden.
Menurut Deden, kelahiran kambing tersebut berlangsung tidak seperti biasanya. Anak kambing itu keluar dengan posisi bagian pantat terlebih dahulu, bukan kepala.
“Dia lahir kembar tiga. Yang ini lahir pertama. Pas keluar pertama kali bagian buntut, bukan kepala,” ujarnya.
Deden mengaku terkejut ketika mengetahui salah satu kaki depan kambing tersebut tidak terbentuk. Selama mengelola peternakan, baru kali ini ia menemukan kambing yang lahir dengan tiga kaki.
“Kalau sebelumnya tidak ada, ini baru pertama kali. Karena lahirnya pantat dulu, dia langsung jumpalit. Pas kita ambil, ternyata kaki depannya kurang satu,” kata Deden.
Meski terlahir dengan kondisi berbeda, Deden mengatakan kambing tersebut sejauh ini masih dapat bergerak dan menyusu. Bobotnya juga telah mencapai sekitar dua kilogram.
Alih-alih menjualnya, pengelola peternakan memilih merawat kambing tersebut. Mereka bahkan menyiapkan rencana menjadikannya maskot Peternakan Maju Bersama Farm.
“Tidak ada rencana mau dijual. Kita mau pelihara dulu, mau dijadikan maskot. Nanti kita buat kandang khusus buat dia supaya tetap sehat,” tutur Deden.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post