28.8 C
Bogor
Selasa, 28 September 2021

Kebijakan PPKM Level 4 Bikin Usaha Hotel dan Restoran Makin Terpuruk

Must read

Bersiap ke Sekolah dengan Pembelajaran Tatap Muka

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas, direncanakan akan serentak dimulai pada Senin, 4 Oktober mendatang. Keputusan ini diambil Pemerintah...

Perubahan Status PDJT Tak Kunjung Disahkan, Kinerja Pansus Dipertanyakan

BogorOne.co.id | Kota Bogor - DPRD Kota Bogor hingga kini belum mengesahkan Peraturan Daerah tentang Perubahan Status Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) dari Badan Usaha...

Komisi IV Dukung Usulan Satu Tower Rusunawa Dijadikan Blok 1 RSUD

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Kemampuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) yang memberikan bantuan keuangan sebesar Rp20 miliar untuk Pembangunan RSUD mendapar sorotan...

Realisasi RTLH Jeblok, Disperumkim Berkilah Yang Verifikasi Adkesra

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Realisasi pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang merupakan janji kampanye Bima Arya dan Dedi A Rachim dengan target...

BogorOne.co.id | Kota Bogor – Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 membuat seluruh sektor usaha menjerit, tak terkecuali untuk sektor hotel dan restoran yang memghadapi situasi nyaris bangkrut.

Di Kota Bogor misalnya, tak sedikit akibat kebijakan tersebut sejumlah pengelola hotel dan restoran memilih tutup karena sepi pengunjung.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor Yuno Abeta Lahay mengatakan, bahwa Pandemi covid-19 membuat sektor ekomoni hancur, bahkan kebijakan PPKM level 4 menambah keterpurukan bagi usaha hotel dan restoran.

Diakui dia, di Kota Bogor setidaknya ada 3 hotel dan 20 resto yang memilih tutup atau berhenti beroperasi, karena sepinya pengunjung akibat dampak dari kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sebagai upaya menghentikan penyebaran virus yang berasal dari Kota Wuhan China itu.

Seperti diketahui, di Kota Bogor ada 100 Hotel dan 1.000 lebih resto, rumah makan, cafe yang bernaung di bawah orgabisasi yang dipimpinnya. Saat ini kata Yuno, jumlah karyawan yang dirumahkan sudah mencapai 60 persen.

Dia menuturkan, dirinya tidak bisa berbuat banyak menyikapi situasi saat ini. Dia juga mendukung atas kebijakan pemerintah karena untuk keselamatan masyarakat.

Tetapi lanjut dia, pihaknya meminta kepada Pemerintah Kota Bogor untuk penundaan pajak dan tidak diberlakukan denda, karena memang sangat minimnya pendapatan akibat sepi pengunjung baik ke hotel maupun restoran.

“Tidak ada opsi yang kami usulkan ke Pemerintah, paling kami hanya minta penundaan pembayaran pajak daerah tanpa denda saja,” tandasnya. (Fry)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article

Bersiap ke Sekolah dengan Pembelajaran Tatap Muka

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas, direncanakan akan serentak dimulai pada Senin, 4 Oktober mendatang. Keputusan ini diambil Pemerintah...

Perubahan Status PDJT Tak Kunjung Disahkan, Kinerja Pansus Dipertanyakan

BogorOne.co.id | Kota Bogor - DPRD Kota Bogor hingga kini belum mengesahkan Peraturan Daerah tentang Perubahan Status Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) dari Badan Usaha...

Komisi IV Dukung Usulan Satu Tower Rusunawa Dijadikan Blok 1 RSUD

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Kemampuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) yang memberikan bantuan keuangan sebesar Rp20 miliar untuk Pembangunan RSUD mendapar sorotan...

Realisasi RTLH Jeblok, Disperumkim Berkilah Yang Verifikasi Adkesra

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Realisasi pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang merupakan janji kampanye Bima Arya dan Dedi A Rachim dengan target...

RSUD Ciawi – BPJS Kesehatan Tingkatkan Perluasan Layanan Kesehatan

BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi bersama BPJS Kesehatan berkomitmen  dalam meningkatkan kualitas layanan terhadap peserta Program Jaminan Kesehatan...