BogorOne.co.id | Kota Bogor – Dua kejadian aksi teror akhir-akhir ini menghebohkan masyarakat Indonesia, pertama aksi bom bunuh diri di Gereja Makasar Minggu (28/3) pagi. polisi mencatat ada sebanyak 20 korban luka akibat ledakan tersebut.
Aksi kedua, terjadi ketika seorang terduga teroris perempuan, melakukan aksi penyerangan di Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), Rabu (31/03/21) sore.
Perempuan dengan inisial ZA itu masuk ke Mabes Polri lewat pintu belakang dengan membawa senjata api dan mengarahkan tembakan ke polisi yang sedang berada di pos jaga.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (PB Inspira), Rizqi Fathul Hakim, mengatakan, pihaknya mengecam keras tindakan teror tersebut.
“Persoalan Covid-19 secara nyata memukul jatuh ekonomi bangsa. Sedangkan persoalan Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme jelas itu sangat merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara”, tegasnya.
Di tahun 2021 ini lanjutnya, sedang menghadapi beberapa ujian berat. Di mulai dari persoalan Pandemi Covid-19, isu-isu yang memantik perseteruan sesama anak bangsa, hingga kasus teror yang belakangan ini terjadi di Makassar dan Mabes Polri.
“Secara khusus kami sampaikan duka mendalam atas teror yang menimpa puluhan saudara kita di Gereja Katedral Makassar, dan secara umum untuk jutaan saudara Katolik di Indonesia,” ungkapnya.
Kedua, pihaknya mengutuk keras aksi terorisme di Gereja Katedral Makassar dan Teror di Mabes Polri yang telah menciderai rasa Kebhinekaan yang selama ini kita pelihara.
“Kami mendukung upaya Polri untuk membongkar dan menangkap semua jaringan terorisme di Indonesia sampai ke akar-akarnya,” tegasnya.
Selanjutnya kata dia, sebagai hasil dari seminar yang digelar PB Inspira dalam rangka memperingati Hari Toleransi Internasional pada 16 November 2020 di IICC dan Rembuk Nasional Pemuda Toleran yang digelar 6-7 Februari 2021 di Sentul, pihaknya berkomitmen kuat untuk terus menjaga Kebhinekaan demi mencapai Visi Indonesia Emas 2045.
“Sebagai upaya membantu Polri dalam menangkal paham intoleran, radikalisme dan terorisme, kami membentuk Gerakan Rakyat Nasional Anti Teror (Geranat) yang dipimpin oleh Ketua Bidang Toleransi & Kerukunan Umat Beragama PB Inspira Hafiz Azami,” ungkapnya.
Sementara itu Koordinator Presidium Geranat Hafiz Azami, mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum PB INSPIRA yang telah mempercayai saya menjadi Koordinator.
Menurutnya, kegiatan Geranat nantinya lebih bersifat kepada preventif atau pencegahan, memberikan pemahaman cinta tanah air untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, dan memperkuat persatuan serta pemahaman nilai-nilai Pancasila.
Berbicara toleransi dan persatuan ialah sebuah pondasi bangsa dalam mencapai suatu tujuan, Indonesia optimis untuk menjadi negara emas di tahun 2045.
“Hal itu dapat terwujud bilamana Kebhinekaan, Persatuan dan Rasa Toleransi antar anak bangsa kita rajut dan kita rawat. Tentu ini menjadi ikhtiar kami sebagai anak muda saat ini yang akan memimpin estafet kepemimpinan pada tahun yang akan datang,” pungkasnya. (Fry)




























Discussion about this post