BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah membuat Pemerintah Kabupaten Bogor mulai mewaspadai gejolak harga pangan. Meski memastikan stok kebutuhan pokok masih aman hingga akhir tahun, pemerintah daerah mengakui ancaman terbesar berada pada sisi stabilitas harga.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor Andri Hadian mengatakan, ketersediaan pangan masyarakat saat ini masih dalam kondisi terkendali meski musim kering berlangsung cukup lama.
“Kalau ketahanan pangan di musim kemarau ini alhamdulillah aman,” ujar Andri, Selasa (4/8/2026).
Menurut dia, persoalan yang perlu diantisipasi bukan hanya soal ketersediaan pasokan, melainkan kemungkinan kenaikan harga akibat gangguan produksi dan distribusi pangan.
Untuk menjaga daya beli masyarakat, DKP Kabupaten Bogor menyiapkan sejumlah program intervensi, salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Program tersebut dilakukan bersama pemerintah desa, kelurahan, kecamatan, hingga sejumlah perangkat daerah.
“Kita punya program dari Bupati yang dijalankan sama lurah. Ini dilaksanakan tidak hanya di internal kita, tapi juga di kecamatan dan dinas-dinas,” kata Andri.
Selain menjaga pasokan melalui operasi pangan murah, pemerintah daerah juga mendorong diversifikasi pangan melalui program Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).
Melalui program itu, kelompok tani (Poktan) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) didorong memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam komoditas yang lebih tahan terhadap kondisi kering.
Andri menyebut sejumlah tanaman seperti singkong dan berbagai jenis umbi-umbian dapat menjadi alternatif sumber pangan saat produksi komoditas tertentu mengalami tekanan akibat kemarau.
“Yang cocok ditanam di masa-masa kekeringan itu misalnya singkong dan umbi-umbian. Itu bisa dimodifikasi sebagai makanan,” ujarnya.
Selain menjadi cadangan pangan rumah tangga, pemanfaatan lahan pekarangan juga dinilai dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Kalaupun kebutuhan keluarga sudah tercukupi, hasilnya bisa dijual ataupun dijadikan sumber ekonomi,” kata Andri.
DKP Kabupaten Bogor memastikan berbagai langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat selama musim kemarau. Pemerintah daerah memperkirakan kondisi pangan masih mampu bertahan hingga penghujung tahun.
“Jadi kondisi alternatif pangan sekarang masih relatif aman untuk bisa sampai dengan akhir tahun,” ucap Andri.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post