BogorOne.co.id | Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam sistem pembelajaran di Sekolah Rakyat untuk memetakan minat dan bakat siswa sejak dini. Langkah ini diharapkan membantu guru menerapkan metode pembelajaran yang lebih personal dan efektif.
“Teknologi ini pertama kali diselenggarakan di Indonesia untuk mengetahui bakat anak dengan menggunakan AI yang terlatih, sehingga bisa dengan cepat mengetahui bakat anak-anak,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta, Rabu (16/7/2025).
Teknologi AI yang digunakan dikembangkan oleh pendiri ESQ Leadership Center, Ary Ginanjar, melalui tes DNA berbasis AI. Dengan alat ini, potensi siswa dapat dipetakan secara menyeluruh dan akan disediakan secara gratis bagi seluruh siswa Sekolah Rakyat.
Proses pemetaan membutuhkan waktu sekitar 10 menit, di mana siswa diminta menjawab 99 pertanyaan untuk mengidentifikasi kecenderungan bakat mereka, seperti di bidang STEM (sains, teknologi, teknik, matematika), bahasa, atau sosial-humaniora.
Program Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, agar mereka mendapatkan akses pendidikan sesuai potensi sejak awal.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post