BogorOne.co.id | Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengingatkan potensi kenaikan harga cabai menjelang Natal dan Tahun Baru 2025. Ia menyebut curah hujan tinggi menjadi faktor utama yang menekan produksi di sejumlah sentra.
“Yang perlu diantisipasi adalah cabai, terutama di akhir dan awal tahun. Ini lebih karena faktor cuaca, bukan karena momentum Nataru,” kata Budi dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu, 22 November 2025.
Budi mengatakan kementeriannya terus memantau harga kebutuhan pokok. Dalam kunjungan ke Surabaya pekan ini, ia mendapati harga pangan di pasar masih stabil. Ia juga mengikuti rapat kerja dengan kontributor Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) di Bandung yang bertugas memantau harga di 514 kabupaten/kota.
Ia meminta para kontributor menjaga akurasi data karena laporan SP2KP menjadi rujukan lembaga pemerintah, termasuk Badan Pusat Statistik.
“Kita harus kredibel dan terpercaya. Supaya kebijakan yang dibuat tidak keliru,” ujarnya.
Menurut Budi, laporan terkini menunjukkan harga pangan relatif stabil. Selain cabai, kementerian juga memantau ayam, telur, dan daging sapi yang biasanya terdampak lonjakan permintaan pada akhir tahun.
Kondisi di sejumlah daerah, kata dia, masih terjaga. Di Bandung, misalnya, harga telur berada di sekitar Rp29 ribu per kilogram, di bawah HET Rp30 ribu. Harga daging sapi berada pada kisaran Rp130 ribu–Rp140 ribu sesuai ketentuan.
Ia menambahkan stok beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga mencukupi dan penyerapan berjalan lancar.
Budi berharap stabilitas harga ini terus terjaga hingga puncak kebutuhan akhir tahun.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post