BogorOne.co.id | Jakarta – Penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan memunculkan sorotan baru terhadap profil kekayaannya. Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, total aset Friderica tercatat mencapai sekitar Rp85,34 miliar per 31 Desember 2024.
Nilai kekayaan tersebut didominasi oleh kepemilikan properti yang tersebar di sejumlah wilayah. Data LHKPN menunjukkan tanah dan bangunan milik Friderica mencapai sekitar Rp82,89 miliar atau menjadi komponen terbesar dari total kekayaannya.
Penetapan Friderica sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK dilakukan setelah ia menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR pada Rabu, 11 Maret 2026. Penunjukan ini menyusul pengunduran diri sejumlah pimpinan OJK sehingga diperlukan pengisian posisi strategis untuk menjaga kesinambungan pengawasan sektor jasa keuangan.
Selain memimpin lembaga, Friderica juga tetap menjalankan fungsi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (PEPK) sekaligus anggota Dewan Komisioner OJK.
Properti Dominasi Kekayaan
Dalam laporan LHKPN, aset terbesar Friderica berasal dari kepemilikan properti yang tersebar di berbagai daerah, antara lain Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, Bogor, Yogyakarta, Bali, hingga Bekasi.
Beberapa aset yang tercatat di antaranya tanah dan bangunan seluas 930 meter persegi di Jakarta Selatan senilai Rp22 miliar serta properti lain di kawasan yang sama dengan nilai mencapai Rp19 miliar. Ia juga memiliki rumah di Tangerang Selatan senilai Rp11 miliar dan properti di Badung, Bali, sekitar Rp5 miliar.
Selain properti, Friderica melaporkan kepemilikan satu unit mobil Mercedes-Benz sedan produksi 2018 dengan nilai sekitar Rp700 juta. Ia juga mencatat harta bergerak lain senilai Rp2,35 miliar serta kas dan setara kas sekitar Rp1,19 miliar.
Di sisi lain, dalam laporan yang sama tercatat kewajiban utang sebesar Rp1,8 miliar yang diperhitungkan dalam total kekayaan bersihnya.
Rekam Jejak Pasar Modal
Sebelum dipercaya memimpin OJK, Friderica dikenal memiliki pengalaman panjang di industri pasar modal Indonesia. Ia pernah menempati sejumlah posisi strategis di berbagai lembaga keuangan, termasuk di Bursa Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia.
Perempuan kelahiran Cepu, Jawa Tengah, 28 November 1975 itu menempuh pendidikan ekonomi di Universitas Gadjah Mada dan meraih gelar sarjana pada 2001. Ia kemudian melanjutkan studi MBA di California State University pada 2004, sebelum meraih gelar doktor di bidang Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan dari UGM pada 2019.
Dengan latar belakang panjang di sektor pasar modal, Friderica kini memimpin lembaga yang bertanggung jawab mengawasi stabilitas industri jasa keuangan nasional di tengah dinamika ekonomi global.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post