BogorOne.co.id | Bogor – Aktivitas tubuh kerap memengaruhi kualitas tidur dan bahkan, banyak anggapan menyebutkan ketika badan terlalu capek membuat seseorang tidur mendengkur atau ngorok.
Benarkah ngorok atau mendengkur saat tidur menandakan badan terlalu lelah? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ulasannya.
Anggapan kecapekan atau kelelahan karena beraktivitas merupakan faktor penyebab manusia mendengkur atau ngorok saat tidur adalah mitos.
Disebutkan, mendengkur atau ngorok ternyata berasal dari penyempitan saluran napas bagian atas.
Hal ini yang mengakibatkan seseorang mengeluarkan suara dari mulut saat tidur atau ngorok akibat pangkal lidah jatuh ke bagian belakang.
Suara itu muncul karena ada gangguan saluran udara di tenggorokan hingga hidung yang dapat dialami oleh siapapun termasuk orang yang tidak terlalu kelelahan.
Meski demikian, orang yang ngorok atau mendengkur saat tidur karena kondisi penyempitan saluran napas yang sering terjadi kini bukanlah sebuah penyakit.
Selain itu, faktor orang mendengkur atau ngorok ini juga dapat disebabkan oleh posisi tidur telentang.
Dengan posisi seperti ini maka saluran napas akan mengalami penyempitan sehingga tidak mengeluarkan udara secara bebas.
Ketika saluran udara menyempit dan juga terganggu di tenggorokan dan hidung, membutuhkan tekanan ekstra untuk mengeluarkan udara dari mulut sehingga keluar suara.
Semakin menyempit dan terganggu saluran udara, tekanan pun semakin besar dan suara dengkuran akan semakin nyaring atau keras terdengar.
Dalam ilmu kedokteran, laring merupakan bagian sistem pernapasan memproduksi suara dan mempengaruhi dengkuran seseorang terutama bagi pria.
Menurut penelitian, ternyata pria lebih sering mendengkur ketimbang wanita karena pria memiliki kotak suara atau laring yang lebih besar.
Ketika tertidur, ruang besar tersebut dapat menyebabkan jalan napas di tenggorokan semakin menyempit dan menyebabkan munculnya suara dengkuran saat tidur.
Suara dengkuran itu dapat dicegah dengan cara mengubah posisi tidur menjadi miring karena posisi tersebut lebih membebaskan alur pernapasan sehingga dapat bekerja dengan baik saat tidur pulas.(Ir-v)


























Discussion about this post