BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Seorang pengemudi ojek online di Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat kehilangan lebih dari Rp15 juta setelah mengikuti instruksi seseorang yang mengaku sebagai petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.
Korban, M. Sopi, warga Perumahan The Leaf Residence, menjadi sasaran penipuan bermodus pembaruan data kependudukan pada Jumat, 21 November 2025 sekitar pukul 18.00 WIB.
Kasus bermula ketika Sopi menerima telepon dari nomor tak dikenal yang mengatasnamakan Disdukcapil Jakarta. Dengan dalih verifikasi data, penelepon membimbing korban mengunduh aplikasi Identitas Kependudukan Digital.
Korban diminta memberikan akses penuh pada aplikasi dan mengikuti proses verifikasi, mulai dari pemindaian wajah hingga sidik jari.
Sopi terlibat percakapan telepon dengan pelaku selama hampir empat jam. Dalam rentang waktu itu, pelaku diduga mengarahkan korban tanpa disadarinya, hingga dapat mengakses layanan keuangan digital milik korban.
“Ia mengikuti semua arahan tanpa curiga,” kata seorang warga yang mengenal korban dan mengetahui kejadian itu.
Keesokan harinya, korban terkejut ketika mendapati saldo layanan keuangan SPayLater miliknya habis. Ia menemukan sejumlah transaksi yang tidak pernah ia lakukan.
Dana tersebut tercatat berpindah terlebih dahulu ke aplikasi Bank Jago, lalu ditransfer ke rekening atas nama Hardyasyah Subakti di Bank BNI dengan total Rp15.320.000.
Merasa dirugikan, Sopi melapor ke Polsek Parungpanjang, Sabtu, 22 November 2025 sekitar pukul 09.30 WIB.
Laporan itu disampaikan untuk pemblokiran rekening tujuan dan penyelidikan lebih lanjut. Polisi disebut telah menerima laporan tersebut dan tengah memproses kasus ini sesuai prosedur penanganan tindak pidana penipuan berbasis digital.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post