BogorOne.co.id | Kota Bogor – Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Rena Da Frina akan pelototi PT Mina Fajar Abadi (PT MFA) selama mengerjakan proyek Jembatan Otista yang menelan anggaran Rp52,6 miliar dari bantuan keuangan (bankeu) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.
Seperti diketahui, Unit Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Bogor pun telah mentenderkan proyek tersebut setelah mengalahkan 71 perusahaan.
Berdasarkan data yang dihimpun dari laman resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Bogor, perusahaan asal Aceh mengajukan penawaran sebesar Rp49.066.819.311,29 dari pagu anggaran Rp52.684.200.000,00.
Namun dibalik hal tersebut, perusahaan itu ternyata sempat masuk dalam daftar hitam (blacklist). Menyikapi hal itu Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Rena Da Frina mengatakan bahwa masa blacklist sudah lewat, dan saat ini perusahaan itu telah lewat masa hukumannya.
“Jadi sudah dinyatakan aman bekerja. Karena sudah lewat masa hukumannya,” jelas Rena Rabu 5 April 2023.
Ia menegaskan bahwa tanggungjawab perusahaan dalam menyelesaikan pekerjaan menjadi hal yang terpenting. Terutama dari sisi spek dan waktu pekerjaan serta kelengkapan administrasi.
Iapun berjanji, akan memelototi dan mengawal ketat proyek Jembatan Otista tersebut agar sesuai dengan yang diharapkan.
“Akan saya kawal semuanya sampai selesai,” katanya.
Terpisah, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menegaskan bahwa pertimbangan waktu penutupan jalan di H+4 lebaran untuk memberi rasa nyaman kepada masyarakat.
“Hal ini dipertimbangkan agar masyarakat tetap dapat melaksanakan ibadah puasa hingga merayakan Idul Fitri dengan tenang,” tandasnya.
Selanjutnya, kata dia, penerapan rekayasa lalu lintas yang berimbas pada perubahan jalur dan rute BTS Bus Kita dan angkot serta penyesuaian arus lalu lintas untuk masyarakat. (Fry)

























Discussion about this post