BogorOne.co.id | Kota Bogor – Kasus Covid-19 di Kota Bogor terus meningkat. Sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengambil kebijakan untuk menghentikan sementara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) disetiap jenjang sekolah.
Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor Bima Arya mengatakan, berdasarkan data-data kasus Covid-19 menunjukkan mengalami lonjakan bersifat eksponensial melampaui dari prediksi yang dilakukan pihaknya.
“Jadi seharusnya di atas 100 itu baru bulan Februari, tapi kemarin sudah di angka 115 (kasus). Karena itu kita harus melakukan langkah cepat untuk membendung penularan virus korona,” kata Bima Arya, Senin (31/01/21).
Berkenaan dengan pendidikan, kata Bima Arya, satgas menyepakati untuk menunda PTM di semua jenjang pendidikan mulai SD, SMP dan SMA sederajat.
Menurut Politisi PAN itu, bahwa hal tersebut dilakukan mengingat angka kasus Covid-19 di seluruh sekolah sudah menunjukkan tinggi.
“Angkanya tinggi sekali 45 (kasus) di seluruh sekolah. Kemungkinan akan menyebar dan klaster terbesar di Kota Bogor ini adalah keluarga dan luar kota. Jadi kalau anak terkena di sekolah dikhawatirkan membuat ledakan di klaster keluarga menulari lansia dan komorbid,” jelasnya.
Bima menegaskan, dengan ditundanya PTM, pembelajaran jarak jauh (PPJ) akan diberlakukan kembali. PJJ akan diberlakukan dengan jangka waktu yang tidak ditentukan.
“Iya sampai lonjakan kemudian kembali melandai, vaksinasi anak (dosis kedua) sudah full dan tenaga pendidik semua sudah vaksin booster,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi menyampaikan PTM di SD dan SMP di Kota Bogor sampai hari ini masih berjalan 50 persen. Terkait waktu penghentian sementara PTM, pihaknya menunggu tindak lanjut dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor termasuk regulasinya.
“Hari kebijakan pak wali kota memberhentikan (PTM), maka kami akan konsolidasi mulai kapan untuk diberhentikan. Jadi masih ada proses, jika melihat yang terpapar, PJJ harus secepatnya dilaksanakan,” tandas dia. (Fik)
























Discussion about this post