BogorOne.co.id | Kota Bogor – Hujan deras disertai angin kencang serta petir pada saat memasuki cuaca ekstrim yang mengakibatkan banyak terjadi bencana alam menjadi perhatian Pemkot Bogor.
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengaku pihaknya merespon cepat dampak cuaca ekstrem hujan disertai angin kencang hingga mengakibatkan terjadinya bencana di 50 titik lokasi.
Dia mengaku, Pemkot Bogor akan segera mengambil sikap meminimalisir terjadinya bencana susulan, khususnya pohon tumbang.
“Pada saat memasuki masa musim penghujan, kita harus selalu waspada, saya minta Dinas Perumkim mendata kembali pohon-pohon yang memang berpotensi (tumbang),” kata Dedie, Rabu 01 Oktober 2023.
Dirinya menekankan, agar dinas terus berakselerasi melakukan pengecekkan terhadap pohon-pohon yang masuk kategori rapuh dan yang memang usianya sudah tua untuk bisa dipangkas atau bahkan ditebang.
Lalu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu siaga dan waspada menghadapi cuaca ekstrem yang kapan saja bisa terjadi di musim penghujan.
Menurut Dedie, Hal itu dapat dibiasakan oleh masyarakat sejak dini melalui serangkaian aktivitas sehari-hari di lingkungan masing-masing wilayah.
“Jadi, warga harus mulai membiasakan diri untuk terlibat dalam melakukan program pengendalian lingkungan guna mencegah adanya timbulnya bencana banjir,” jelasnya.
“Jadi mereka yang selama ini lupa membuang sampah ke aliran sungai, drainase dan juga saluran air pemukiman, itu jangan lagi membuang sampah ke sana karena bisa menimbulkan sumbatan,” tambahnya.
Orang nomor dua di kota hujan itu mendorong, agar kolaborasi warga dan aparatur di wilayah untuk kembali memasifkan program gotong-royong pembersihan beberapa sungai dan juga beberapa saluran air.
“Supaya nanti begitu musim hujan tiba, tidak ada sumbatan air dan tidak ada genangan atau banjir lintasan,” tandasnya.
Seperti diketahui, bahwa cuaca ekstrem hujan disertai angin kencang kembali melanda hampir seluruh wilayah sekitar Bogor. Berdasarkan data BPBD Kota Bogor sedikitnya ada 50 peristiwa bencana alam dan non alam yang terjadi Selasa, 31 Oktober 2023. (Rdt)
























Discussion about this post