BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana menyatakan bahwa penyebab jatuhnya pesawat latih GT500 di kawasan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, masih dalam proses investigasi. Kecelakaan tersebut menewaskan Marsekal Pertama Fajar Adriyanto dan melukai kopilot bernama Roni.
“Semua kejadian tersebut, apa penyebabnya saat ini masih diinvestigasi,” kata Suadnyana, Senin 4 Agustus 2025 dikutip dari Kompas.com
Ia menjelaskan, pihaknya belum dapat memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengungkap penyebab kecelakaan. “Belum bisa dipastikan karena semua masih didalami, dan investigasi kadang ada sebulan, dua bulan, enam bulan, tergantung. Semua tim yang kerjakan,” ujarnya.
Suadnyana menegaskan bahwa pesawat jenis Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan nomor registrasi PK-S126 milik Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) itu dinyatakan laik terbang dan telah memiliki surat izin terbang (SIT) yang terdaftar dengan nomor SIT/1484/VIII/2025 yang diterbitkan Lanud Atang Sendjaja.
“Penerbangan telah dilengkapi surat izin terbang. Pesawat dinyatakan laik terbang dan merupakan sortie kedua pada hari itu,” katanya.
Kopilot Roni saat ini telah sadar dan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. M. Hassan Toto. “Penerbang saudara Roni sampai saat ini sudah sadar, tapi belum bisa diajak ngomong,” ujar Suadnyana.
Roni diketahui sebagai penerbang profesional dari FASI yang tengah menjalani latihan rutin bersama Marsma Fajar sebagai bagian dari pengembangan keahlian terbang.
Pesawat dilaporkan lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja pada pukul 09.01 WIB. Sekitar pukul 09.19 WIB, pesawat dinyatakan hilang kontak dan ditemukan jatuh di sekitar TPU Astana, Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.
Kedua penerbang dilarikan ke RSAU dr. M. Hassan Toto, namun Marsma Fajar dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit. Jenazah almarhum kemudian disemayamkan di kediamannya di Kompleks TNI AU Triloka, Pancoran, sebelum dimakamkan di pemakaman keluarga di Probolinggo, Jawa Timur.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post