BogorOne.co.id | Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan reformasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai harus dijalankan tanpa kompromi. Ia memberi target satu tahun bagi seluruh pegawai untuk memperbaiki kinerja. Jika gagal, sekitar 16.000 pegawai terancam diberhentikan.
“Kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16.000 orang pegawai Bea Cukai dirumahkan,” ujar Purbaya dikutip dari beritasatu.com, Jumat, 28 November 2025.
Purbaya menyampaikan, pemerintah membuka kemungkinan membekukan Bea Cukai dan menyerahkan tugas kepabeanan kepada Suisse Generale Surveillance (SGS) seperti yang pernah dilakukan sebelumnya.
“Kalau Bea Cukai tidak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih tidak puas, Bea Cukai bisa dibekukan dan diganti dengan SGS,” katanya.
Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memberi lampu hijau untuk menjalankan reformasi menyeluruh selama satu tahun tanpa intervensi. Opsi penggantian Bea Cukai oleh SGS tetap terbuka bila hasilnya tidak memadai.
“Sekarang orang-orang Bea Cukai mengerti betul ancaman yang mereka hadapi,” ucapnya.
Menurut Purbaya, persepsi publik terhadap kinerja Bea Cukai semakin memburuk, termasuk di mata Presiden. “Image Bea Cukai kurang bagus di media, di masyarakat, di pimpinan tertinggi kita. Jadi kita harus perbaiki dengan serius,” katanya.
Salah satu fokus reformasi adalah pemanfaatan teknologi, terutama kecerdasan buatan. Sistem berbasis AI, kata Purbaya, mulai diterapkan di sejumlah titik operasi untuk mendeteksi praktik under invoicing atau pelaporan nilai barang impor lebih rendah dari harga sebenarnya.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post