• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Rabu, April 22, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Rasi, Warisan Leluhur yang Tetap Menghidupi Warga Kampung Cireundeu

Redaksi by Redaksi
19 Juli 2025
in NASIONAL
0
Rasi

Entis, salah satu warga Kampung Adat Cireundeu, Kota Cimahi, memperlihatkan singkong yang telah diolah menjadi granul, bahan utama rasi atau nasi singkong, yang siap ditanak. Foto ' Dok. Beritasatu.com/Algi Muhamad.

53
SHARES
53
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BogorOne.co.id | Cimahi – Pagi masih menyisakan kabut tipis saat sinar matahari menyusup di sela pepohonan di Kampung Adat Cireundeu, Leuwigajah, Cimahi. Di balik keheningan itu, lekukan tangan-tangan terampil mulai bekerja, mencuci, mengupas, dan menggiling singkong yang sebentar lagi akan berubah rupa menjadi butiran rasi “beras” singkong yang telah menjadi napas dan denyut kehidupan warga selama lebih dari satu abad.

“Kami tak pernah kenal nasi padi sejak dulu,” kata Abah Widi, sesepuh kampung yang duduk bersila di serambi rumah tradisionalnya. Wajahnya teduh, suaranya pelan namun tegas mengiringi deru mesin penggiling yang tak pernah berhenti setiap pagi.

Sejak 1918, Abah Widi sudah menggagas rasi sebagai solusi di tengah kesulitan menanam padi karena medan perbukitan dan penjajahan.

Dulu, kata Abah Widi, sawah hampir mustahil digarap. Lahan terjal memaksa komunitas Cireundeu beralih ke umbi-umbian. Dari situ lahirlah kebiasaan mengolah singkong kering menjadi beras singkong, praktis, tahan lama, dan kaya serat.

BERITA LAINNYA

KPK

KPK Geledah SDB Pejabat Bea Cukai, Sita Emas dan Uang Rp 2 Miliar

22 April 2026
MAKI Sebut Penetapan Tersangka Ketua Ombudsman RI Sebagai Tragedi Pelayanan Publik

MAKI Sebut Penetapan Tersangka Ketua Ombudsman RI Sebagai Tragedi Pelayanan Publik

18 April 2026
SYARIKAT ISLAM: JANGAN HANYA JADI PENONTON DI NEGERI SENDIRI

SYARIKAT ISLAM: JANGAN HANYA JADI PENONTON DI NEGERI SENDIRI

17 April 2026
Pohon Tumbang hingga Longsor Warnai Cuaca Ekstrem di Bogor

Pakar: Kejagung Diminta Telusuri Dugaan Uang Aliran Dana Dalam Proses Pemilihan Ketua Ombudsman

17 April 2026

“Rasi bukan sekadar pengganti nasi. Ia melambangkan kemandirian kami,” ujarnya sambil menepuk pelan tumpukan rasi putih kasar yang menunggu pengemasan.

Di kampong lain, Entis Sutisna (48), generasi keempat yang mewarisi tradisi tersebut, menata keranjang besar berisi singkong hasil panennya. Dalam sehari, ia mampu mengolah 200 kilogram singkong menjadi 30 kilogram rasi siap pakai.

“Panen saya bergilir dari enam kebun, karena umur singkong berbeda-beda—ada yang dua bulan, ada juga yang enam bulan,” jelasnya sambil tersenyum saat memperlihatkan butiran rasi berserakan di atas tampah bambu.

Prosesnya sederhana, singkong dikupas, digiling, diperas, lalu dijemur selama dua hingga tiga hari hingga kering sempurna. Hasilnya mirip butiran gandum, berwarna putih tulang, dan mudah disimpan. Menurut Entis,

“Rasi ini tahan sampai berbulan-bulan, bahkan saat harga beras padi meroket atau isu oplosan merebak, kami tetap tenang,” tutrnya.

Hasil panen rasi tidak hanya memenuhi kebutuhan keluarga Entis. Bila kelebihan, ia menjualnya ke masyarakat luar Cimahi seharga Rp 12.000 per kilogram.

“Banyak yang ‘fobia’ nasi sekarang, mereka cari alternatif yang sehat,” katanya.

Lebih dari nilai ekonomis, rasi menyimpan simbol kebanggaan. Anak-anak Cireundeu dengan tas isi bekal rasi tumbuh memaknai kehidupan yang mengakar pada tradisi.

“Sejak kecil saya sudah terbiasa. Sampai sekarang, kami tidak merasa terbelakang,” ujarnya.

Di sebuah meja kayu usang, setoples rasi berdiri rapi, siap dibawa pulang. Bau singkong kering yang khas tercium ringan, mengingatkan bahwa di balik setiap butir rasi ada sejarah perjuangan dan inovasi.

Editor             : R. Muttaqien

Tags: Abah Widiberas singkongKampung Adat Cireundeurasi

Related Posts

KPK
NASIONAL

KPK Geledah SDB Pejabat Bea Cukai, Sita Emas dan Uang Rp 2 Miliar

22 April 2026
MAKI Sebut Penetapan Tersangka Ketua Ombudsman RI Sebagai Tragedi Pelayanan Publik
NASIONAL

MAKI Sebut Penetapan Tersangka Ketua Ombudsman RI Sebagai Tragedi Pelayanan Publik

18 April 2026
SYARIKAT ISLAM: JANGAN HANYA JADI PENONTON DI NEGERI SENDIRI
NASIONAL

SYARIKAT ISLAM: JANGAN HANYA JADI PENONTON DI NEGERI SENDIRI

17 April 2026
Pohon Tumbang hingga Longsor Warnai Cuaca Ekstrem di Bogor
NASIONAL

Pakar: Kejagung Diminta Telusuri Dugaan Uang Aliran Dana Dalam Proses Pemilihan Ketua Ombudsman

17 April 2026
jemaah haji
NASIONAL

Jemaah Haji Bawa Uang Tunai Rp 100 Juta Wajib Lapor ke Bea Cukai

16 April 2026
Kasus LNG Corpus Christi: Dua Mantan Pejabat Pertamina Dituntut hingga 6,5 Tahun Penjara
NASIONAL

Kasus LNG Corpus Christi: Dua Mantan Pejabat Pertamina Dituntut hingga 6,5 Tahun Penjara

15 April 2026
Next Post
MBG

Program MBG Jangkau Sekolah Rakyat, 848 Siswa Sudah Terlayani

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
Pemilu 2024, Total TPS di Kota Bogor Sebanyak 2.913 TPS

Pemilu 2024, Total TPS di Kota Bogor Sebanyak 2.913 TPS

22 Juni 2023

DARI REDAKSI

Pemkot Bogor Keluarkan Surat Edaran Pembatasan WFO dan Perjalanan Dinas

Pemkot Bogor Keluarkan Surat Edaran Pembatasan WFO dan Perjalanan Dinas

3 Agustus 2020
Sentul City Kantongi 1,9 Triliun dari Investor Jepang

Sentul City Kantongi 1,9 Triliun dari Investor Jepang

19 April 2021
Disdukcapil Kejar Target Perekaman KTP Sampai Pencoblosan

Disdukcapil Kejar Target Perekaman KTP Sampai Pencoblosan

26 November 2024
Stadion Pakansari

Papan Nama Stadion Pakansari Diganti, Identitas Baru Gelora Pakansari

4 Februari 2026

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In