• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Jumat, Juni 12, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Rasi, Warisan Leluhur yang Tetap Menghidupi Warga Kampung Cireundeu

Redaksi by Redaksi
19 Juli 2025
in NASIONAL
0
Rasi

Entis, salah satu warga Kampung Adat Cireundeu, Kota Cimahi, memperlihatkan singkong yang telah diolah menjadi granul, bahan utama rasi atau nasi singkong, yang siap ditanak. Foto ' Dok. Beritasatu.com/Algi Muhamad.

60
SHARES
60
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BogorOne.co.id | Cimahi – Pagi masih menyisakan kabut tipis saat sinar matahari menyusup di sela pepohonan di Kampung Adat Cireundeu, Leuwigajah, Cimahi. Di balik keheningan itu, lekukan tangan-tangan terampil mulai bekerja, mencuci, mengupas, dan menggiling singkong yang sebentar lagi akan berubah rupa menjadi butiran rasi “beras” singkong yang telah menjadi napas dan denyut kehidupan warga selama lebih dari satu abad.

“Kami tak pernah kenal nasi padi sejak dulu,” kata Abah Widi, sesepuh kampung yang duduk bersila di serambi rumah tradisionalnya. Wajahnya teduh, suaranya pelan namun tegas mengiringi deru mesin penggiling yang tak pernah berhenti setiap pagi.

Sejak 1918, Abah Widi sudah menggagas rasi sebagai solusi di tengah kesulitan menanam padi karena medan perbukitan dan penjajahan.

Dulu, kata Abah Widi, sawah hampir mustahil digarap. Lahan terjal memaksa komunitas Cireundeu beralih ke umbi-umbian. Dari situ lahirlah kebiasaan mengolah singkong kering menjadi beras singkong, praktis, tahan lama, dan kaya serat.

BERITA LAINNYA

Dewan Pers

Dewan Pers Bahas Perlindungan Karya Jurnalistik di Era AI

12 Juni 2026
motor listrik

KSP Pastikan Motor Listrik MBG Tak Terbengkalai di Tengah Sorotan Mark Up

11 Juni 2026
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi

Anggaran Belum Cair, Enam Dapur MBG di Garut Setop Beroperasi

9 Juni 2026
Said Iqbal

Dilantik Prabowo, Said Iqbal Dorong Upah Layak dan Pembatasan Outsourcing

9 Juni 2026

“Rasi bukan sekadar pengganti nasi. Ia melambangkan kemandirian kami,” ujarnya sambil menepuk pelan tumpukan rasi putih kasar yang menunggu pengemasan.

Di kampong lain, Entis Sutisna (48), generasi keempat yang mewarisi tradisi tersebut, menata keranjang besar berisi singkong hasil panennya. Dalam sehari, ia mampu mengolah 200 kilogram singkong menjadi 30 kilogram rasi siap pakai.

“Panen saya bergilir dari enam kebun, karena umur singkong berbeda-beda—ada yang dua bulan, ada juga yang enam bulan,” jelasnya sambil tersenyum saat memperlihatkan butiran rasi berserakan di atas tampah bambu.

Prosesnya sederhana, singkong dikupas, digiling, diperas, lalu dijemur selama dua hingga tiga hari hingga kering sempurna. Hasilnya mirip butiran gandum, berwarna putih tulang, dan mudah disimpan. Menurut Entis,

“Rasi ini tahan sampai berbulan-bulan, bahkan saat harga beras padi meroket atau isu oplosan merebak, kami tetap tenang,” tutrnya.

Hasil panen rasi tidak hanya memenuhi kebutuhan keluarga Entis. Bila kelebihan, ia menjualnya ke masyarakat luar Cimahi seharga Rp 12.000 per kilogram.

“Banyak yang ‘fobia’ nasi sekarang, mereka cari alternatif yang sehat,” katanya.

Lebih dari nilai ekonomis, rasi menyimpan simbol kebanggaan. Anak-anak Cireundeu dengan tas isi bekal rasi tumbuh memaknai kehidupan yang mengakar pada tradisi.

“Sejak kecil saya sudah terbiasa. Sampai sekarang, kami tidak merasa terbelakang,” ujarnya.

Di sebuah meja kayu usang, setoples rasi berdiri rapi, siap dibawa pulang. Bau singkong kering yang khas tercium ringan, mengingatkan bahwa di balik setiap butir rasi ada sejarah perjuangan dan inovasi.

Editor             : R. Muttaqien

Tags: Abah Widiberas singkongKampung Adat Cireundeurasi

Related Posts

Dewan Pers
NASIONAL

Dewan Pers Bahas Perlindungan Karya Jurnalistik di Era AI

12 Juni 2026
motor listrik
NASIONAL

KSP Pastikan Motor Listrik MBG Tak Terbengkalai di Tengah Sorotan Mark Up

11 Juni 2026
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
NASIONAL

Anggaran Belum Cair, Enam Dapur MBG di Garut Setop Beroperasi

9 Juni 2026
Said Iqbal
NASIONAL

Dilantik Prabowo, Said Iqbal Dorong Upah Layak dan Pembatasan Outsourcing

9 Juni 2026
Dampak Gempa Filipina M 7,7: Tsunami Sempat Terdeteksi di Sulut dan Malut, BMKG Akhiri Peringatan Dini
NASIONAL

Dampak Gempa Filipina M 7,7: Tsunami Sempat Terdeteksi di Sulut dan Malut, BMKG Akhiri Peringatan Dini

8 Juni 2026
Samsat Kota Bogor
NASIONAL

Polda Metro Jaya Izinkan Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik Lama

6 Juni 2026
Next Post
MBG

Program MBG Jangkau Sekolah Rakyat, 848 Siswa Sudah Terlayani

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
Pemilu 2024, Total TPS di Kota Bogor Sebanyak 2.913 TPS

Pemilu 2024, Total TPS di Kota Bogor Sebanyak 2.913 TPS

22 Juni 2023

DARI REDAKSI

Polbangtan Bogor Pamer Keunggulan Vokasi untuk Penuhi Kebutuhan Tenaga Kerja Pertanian Jepang

Polbangtan Bogor Pamer Keunggulan Vokasi untuk Penuhi Kebutuhan Tenaga Kerja Pertanian Jepang

10 Desember 2025
Kantong Lober, Upaya Kota Bogor Percepat Penanganan ODF dan Stunting

Kantong Lober, Upaya Kota Bogor Percepat Penanganan ODF dan Stunting

15 Oktober 2024
Catat, Sudahkah Menjadi Istri yang Bersyukur?

Catat, Sudahkah Menjadi Istri yang Bersyukur?

17 Maret 2023
Sungai Cisadane

Terpeleset Saat Bermain, Bocah Lima Tahun di Bogor Ditemukan Meninggal di Sungai Cisadane

16 Oktober 2025

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In