BogorOne.co.id | Cisarua – Rencana lanjutan pelebaran Jalan Raya Puncak oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) gagal direalisasikan di tahun 2022 ini.
Padahal, pada tahun 2021 awal para pemilik bangunan di tiga wilayah yang terdampak pelebaran jalan ini pernah mendapat sosialisasi rencana tersebut.
Kepala Kelurahan Cisarua, Heru Hendrawan mengatakan, rencana pelebaran jalan di jalan raya Puncak sepanjang 1 kilometer tersebut sebagian masuk wilayah Kelurahan Cisarua.
Diakui Lurah Cisarua, Februari tahun lalu sudah dilakukan pendataan hingga November 2021 kemarin, Namun, Kementerian PUPR menginformasikan kembali jika pelebaran jalan raya Puncak batal dilaksanakan pada tahun 2022 ini dengan alasan anggaran direfocusing.
“Iya batal karena anggaran digeser ke penanganan Pandemi Covid-19,” ujar Lurah, Rabu (12/01/22).
Meski demikian, ia juga belum menerima informasi kembali kapan rencana pelebaran jalan raya Puncak akan dilanjutkan. “Sampai sekarang belum ada informasi lanjutan dari Kemen-PUPR, kapan pelebaran jalan kembali dilaksanakan,” paparnya.
Sebelumnya, Kepala Panitia pembebasan lahan PPK 5,3 Provinsi Jawa Barat satuan kerja pelaksanaan jalan Nasional wilayah V, Deni Kristian mengatakan, tahun 2021 tepatnya bulan Februari, pihaknya sudah mulai melakukan pendataan lahan yang akan terdampak pelebaran jalan.
“Hari ini Sosialisasi, atau starting rencana pelebaran,” bebernya.
Tambah Heru, Jalan yang akan dilebarkan sendiri akan dilaksanakan pada tahun 2022 mendatang sepanjang 1 kilometer dengan lebar 5 meter kanan dan 5 meter kiri jalan. Namun pada pelaksanaannya ada 39 bangunan yang Perlu dibebaskan.
“Iya ada 39 bangunan akan dibebaskan, maka kita targetkan hingga bulan Oktober 2021 pembebasan lahan harus sudah selesai,” ungkapnya
Adapun titik pelebaran di mulai pada Sta 10+050 -Sta 11-050 atau tepatnya depan pizza HUT di Kelurahan Cisarua dan berakhir di Rumah Sakit Paru Goenawan (RSPG) Desa Cibeurem-Cisarua.
“Bangunan-banguan yang terdampak pelebaran jalan diantaranya, bangunan vila, hotel, restoran, toko waralaba, warung hingga Puskesmas Cibulan terdampak,” tandasnya. (Yud)
























Discussion about this post