BogorOne.co.id | Kota Bogor – BISKITA Trans Pakuan hasil konversi angkot 3:1 sebanyak 10 unit dengan resmi mulai beroperasi di koridor lima jurusan Stasiun Bogor-Ciparigi sebagai langkah uji coba tahap pertama.
BISKITA Trans Pakuan merupakan mode transportasi pertama yang hadir di Kota Bogor sebagai suatu pelayanan angkutan umum dengan konsep Bus Rapid Transit (BRT).
Langkah ini dilatarbelakangi upaya bersama antara Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menghadirkan layanan angkutan umum massal dengan standar pelayanan minimum melalui subsidi skema Buy The Service (BTS).
Kepala BPTJ Polana B Pramesti mengatakan, sejak tahun 2019 BPTJ telah mengupayakan adanya dukungan subsidi dari pemerintah pusat untuk pembenahan transportasi umum di wilayah Bodetabek. Hal ini mengingat pembenahan transportasi perkotaan di wilayah Bodetabek merupakan hal yang sangat mendesak.
Disisi lain, masih kata Polana, pemerintah daerah memiliki keterbatasan sehingga pihaknya dari pemerintah pusta melalui BTS memberikan subsidi bagi angkutan perkotaan.
“Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya upaya BPTJ ini dapat terealisasikan di tahun 2021 dengan perjuangan yang sangat keras dan Kota Bogor yang terpilih sebagai pilot project untuk menerima skema BTS ini,” ucapnya, Selasa (02/11/21).
Menurut Polana, layanan angkutan massal dengan tagline BISKITA Trans Pakuan dihadirkan dengan standar pelayanan yang jauh lebih baik dibandingkan angkutan konvensional.
Konsep BRT ini menjadi acuan SPM yang mempersyaratkan pemenuhan berbagai aspek diantaranya keselamatan, keamanan, kenyamanan dan kemudahan pelayanan.
Bahkan, lanjutnya, disusul juga dengan teknologi digital, dimana nanti dengan menggunakan sebuah aplikasi diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk menggunakan BRT.
Dijelaskannya SPM yang dipersyaratkan diantaranya menggunakan Internet of Things (IoT), semua persyaratan kenyamanan, keamanan, keselamatan didalam bus serta kepastian jadwal harus menjadi satu syarat untuk pemenuhannya.
“Langkah menghadirkan layanan BISKITA Trans Pakuan yang kami berinama BTS dengan konsep kebijakan transportasi merupakan kebijakan yang bersifat push strategy , dengan harapan dapat menarik minat masyarakat untuk beralih ke angkutan umum massal,” jelasnya.
Namun demikian, kelanjutan layanan ini sangat membutuhkan layanan dari pemerintah daerah dengan kebijakan yang membatasi penggunaan kendaraan pribadi supaya masyarakat bisa lebih memilih menggunakan angkutan umum.
BPTJ berharap ada dukungan dari Pemkot Bogor agar pelayanan BUSKITA ini dapat ditindak lanjuti dan dapat systemnable.
“Mudah-mudahan layanan BUSKITA Trans Pakuan ini dapat memberikan pelayanan terbaik seperti taglinennya yakni menjadi pilihan cerdas untuk bermobilitas bagi masyarakat Kota Bogor,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengajak kepada masyarakat untuk sambut kehadiran BISKITA Trans Pakuan dan memulai kebiasaan baru, kebudayaan baru, membiasakan memberhentikan bus di shalternya.
Juga membiasakan membuang sampah pada tempatnya di dalam bus, lalu mentaati standar pelayanan dan masuk ke dalam aplikasi BISKITA Trans Pakuan.
Disamping itu, diharapkan masyarakat juga dapat membiasakan melakukan pembayaran secara non tunai. Untuk edisi uji coba sekarang ini, BISKITA Trans Pakuan masih gratis sampai 31 Desember 2021, sekaligus melakukan sosialisasi cara pembayaran untuk naik BISKITA Trans Pakuan.
“Kita pastikan pelayanan BISKITA Trans Pakuan yang terbaik, kita manjakan warga Bogor yang sudah terlalu lama memimpikan pelayanan publik transportasi yang nyaman,” pungkasnya. (Fik)























Discussion about this post