BogorOne.co.id | Kota Bogor – Udara malam Kota Bogor terasa lembap, tapi hangat oleh cahaya lampu jalan dan aroma kopi yang menyeruak dari Fanaticoffee di bilangan Suryakencana. Di antara deru lalu lintas yang perlahan menipis, tampak kilau krom dari mobil-mobil lawas yang terparkir rapi di halaman depan. Ada yang sekadar lewat dan berhenti sejenak, ada pula yang sengaja datang untuk menikmati pemandangan langka, mobil klasik berjejer di tengah denyut kota tua, memanggil kenangan dari masa yang jauh.
Suasana Jalan Suryakencana No. 172, Kota Bogor, memang tampak berbeda pada Jumat, 3 September 2025 malam. Di depan Fanaticoffee Bogor, deretan mobil retro klasik berjejer rapi, memantulkan cahaya lampu jalan yang temaram. Dari sedan lawas hingga replika custom, semuanya tampil memikat seolah membawa pengunjung menembus waktu ke era 1970-an dan 1980-an.
Bunyi mesin tua yang menggeram pelan berpadu dengan aroma kopi yang mengepul dari dalam kafe. Di tengah percakapan ringan dan tawa para pengunjung, malam itu berubah menjadi ruang nostalgia yang hidup, tempat di mana gaya hidup, komunitas, dan kenangan bertemu.
Acara bertajuk “Kopdar Retro Car on The Street” itu digagas oleh Fanaticoffee Bogor, dengan dukungan dari Autologi, Kama, dan Selaras. Tak ada panggung besar atau gemerlap lampu sorot, hanya suasana akrab yang mengalir hangat di antara para pecinta mobil klasik yang datang dari berbagai penjuru Bogor.
Menurut penyelenggara, Dadan Suhendar, ide acara ini muncul secara spontan.
“Kegiatan ini murni sebagai temu kangen dan silaturahmi. Hanya sekadar kopdar, saling berbagi cerita, dan menikmati suasana hangat bersama pecinta mobil retro klasik,” tuturnya.
Bagi Yogie, pemilik Autologi, kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar kumpul komunitas. Ia melihatnya sebagai ruang hidup bagi anak muda Bogor yang ingin menikmati kopi dengan sentuhan budaya otomotif.
“Fanaticoffee bisa jadi wadah bagi generasi muda untuk ngopi sambil menikmati suasana retro. Ada nilai estetik dan kebersamaan di situ,” ujarnya.
Menjelang malam semakin larut, denting cangkir berpadu dengan suara mesin mobil yang sesekali dinyalakan. Beberapa pengunjung sibuk berfoto di samping mobil klasik kesayangan pemiliknya, ada yang memegang cangkir kopi, ada pula yang sekadar menatap, tersenyum, seolah mengenang masa kecil bersama mobil serupa di garasi rumah orang tua mereka.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post