BogorOne.co.id | JAKARTA – Perjuangan ribuan guru madrasah swasta yang tergabung dalam Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia membuahkan hasil manis. Usai menggelar aksi massa di depan Gedung DPR RI, perwakilan guru resmi diterima beraudiensi oleh Pimpinan DPR RI, Komisi VIII, dan Kementerian Agama, pada Rabu 11 Februari 2026.
Koordinator Lapangan Aksi Pusat PGM Indonesia, Hasbulloh, menyatakan bahwa seluruh aspirasi yang dibawa telah diterima dan akan segera ditindaklanjuti secara resmi oleh pemerintah.
“Alhamdulillah seluruh tuntutan kita itu akan langsung diproses oleh Kementerian Agama dan DPR RI,” ujar Hasbulloh di hadapan massa aksi usai audiensi.
Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan adalah janji pengangkatan ratusan ribu guru madrasah menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Hasbulloh membagikan pesan langsung dari Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama terkait komitmen tersebut.
“Pesan Dirjen Kementerian Agama Pendis bahwa di tahun ini akan diangkat 660.000 (enam ratus enam puluh ribu) guru madrasah akan diangkat P3K,” ungkapnya.
Selain pengangkatan status, pemerintah juga menjanjikan kesetaraan fasilitas antara sekolah umum dan madrasah. Hasbulloh menegaskan tidak boleh ada lagi diskriminasi kebijakan bagi madrasah.
“Insyaallah RA, MI, MTs, ketika sekolah dapat smartboard, insyaallah RA, MI, MTs juga akan dapat,” tambahnya.
Kabar gembira lainnya menyangkut kelancaran pembayaran tunjangan profesi atau sertifikasi yang selama ini menjadi keluhan. Menurut Hasbulloh, regulasi baru telah ditandatangani untuk memastikan pencairan dilakukan setiap bulan.
“Tuntutan kita agar sertifikasi cair tiap bulan itu sudah langsung ditandatangani oleh Dirjen Pendis. Mudah-mudahan tunjangan sertifikasi kita itu akan cair ke rekening guru-guru madrasah semuanya,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Hasbulloh meminta agar hasil audiensi ini disebarluaskan ke seluruh pelosok negeri. “Itu tiga tuntutan kita, tolong sampaikan kepada seluruh guru madrasah se-Indonesia,” pungkasnya.
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post