BogorOne.co.id | Bogor – Kerap kali kita menjumpai gambar di tembok jalanan kota besar. Sejumlah orang kerap menyebutnya dengan street art atau seni jalanan.
Nah, seni jalanan itu ada banyak macamnya, salah duanya yakni mural dan grafiti. Mural dan grafiti seringkali dianggap sama tapi keduanya ternyata merupakan karya yang berbeda.
Jika seni mural adalah sebuah seni lukis yang lebih mengedepankan nilai-nilai politis hingga nilai seninya lebih bervariatif.
Lukisan atau gambar yang ada di tembok itu biasanya digunakan menyampaikan kritikan tentang isu sosial yang sedang terjadi di masyarakat.
Sementara itu, grafitti sendiri lebih dapat digambarkan sebagai sebuah coretan pada dinding yang menggunakan permainan dan komposisi warna berbeda.
Grafiti lebih menekankan pada keindahan gambar bukan untuk menyampaikan kritik sosial. Grafiti juga biasanya hanya berupa tulisan-tulisan bagus penuh seni.
Sering dianggap mirip dengan grafiti tapi grafiti ada budayanya sendiri. Dari segi penggunaan media juga berbeda karena mural menggunakan cat, sedangkan grafiti menggunakan spray paint.
Seni mural juga bisa di mana saja, bisa di tembok, jalanan dan bidang luas lainnya, menjadi media komunikasi yang sering digunakan masyarakat menyampaikan pesan, harapan dan kritikan pada pihak yang punya kekuasaan.
Selain memiliki tujuan yang berbeda, mural dan grafiti juga memiliki alat gambar yang berbeda. Ternyata, mural dan grafiti serupa tapi tak sama.(Ir-v)

























Discussion about this post