BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah menginisiasi pemutaran lagu nasional “Ibu Pertiwi” di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, sebagai upaya menumbuhkan empati dan kesadaran masyarakat terhadap kondisi sosial dan politik bangsa saat ini. Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan kreatif yang memadukan seni dan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat R. Jatnika, menjelaskan bahwa ide pemutaran lagu tersebut lahir langsung dari Bupati Bogor.
“Pak Bupati ingin menanamkan sentuhan seni dan empati dalam kehidupan sosial. Seni bukan sekadar hiburan, tapi juga sarana untuk memahami dan merasakan keadaan bangsa,” ujarnya kepada wartawan di kantornya, Selasa (2/9/2025).
Menurut Ajat, lagu “Ibu Pertiwi” ciptaan Ismail Marzuki memiliki lirik yang sarat makna dan relevan dengan situasi saat ini. Ia menekankan bahwa lagu ini mampu menghadirkan kesadaran akan perasaan rakyat yang tengah mengalami gejolak sosial, dari Papua hingga Bali, termasuk daerah-daerah yang sebelumnya jarang mengekspresikan protes publik.
“Lagu itu menceritakan kondisi bangsa, dari kesedihan hingga keprihatinan. Dengan memahami liriknya, kita bisa mengembangkan empati yang nyata terhadap sesama,” katanya.
Pemutaran lagu ini dijadwalkan setiap hari pukul 17.00 WIB. Ajat menegaskan bahwa tujuan utama dari inisiatif ini adalah membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga persatuan dan melakukan perbaikan diri secara bersama-sama.
“Mudah-mudahan dengan pendekatan ini, masyarakat sadar bahwa kita memiliki tanggung jawab moral terhadap kondisi bangsa. Empati harus dihidupkan, dan dari situ lah perbaikan bisa dimulai,” lanjutnya.
Pemkab Bogor telah menerbitkan edaran agar pemutaran lagu tidak hanya terbatas di kantor-kantor pemerintahan, tetapi juga merambah ke pusat perbelanjaan, toko modern, dan fasilitas publik lainnya. Bahkan, beberapa stasiun kereta telah menjadi lokasi uji coba pemutaran lagu ini.
“Hari ini sudah diputar di stasiun, dan ternyata respon masyarakat positif. Tidak perlu prosedur yang rumit, cukup ajak bersama-sama untuk merenungkan dan memikirkan Indonesia,” ujar Ajat.
Lebih jauh, Ajat menegaskan bahwa pemutaran lagu “Ibu Pertiwi” akan berlangsung tanpa batas waktu tertentu hingga kondisi bangsa kembali stabil dan masyarakat lebih peka terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.
Upaya ini, juga menjadi bentuk edukasi publik untuk memahami sejarah, budaya, dan perjuangan bangsa yang tercermin dalam karya-karya seni nasional.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post