BogorOne.co.id | Kota Bogor – Dalam Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit Indonesia (Apcasi) yang digelar di Hotel Salak Bogor Dikki Akhmar kembali terpilih secara aklamasi.
Dikki Akhmar kembali pimpin organisasi para pengusaha cangkang sawit dari seluruh Indonesia. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil musyawarah dan mupakat seluruh anggota.
Seperti diketahui, kegiatan Munas Apcasi digelar selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Maret 2022. Selama kegiatan digelar berbagai rangkaian acara.
Seperti halnya diskusi publik dengan membahas isu-isu strategis dengan menghadirkan berbagai narasumber salah satunya dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Hasil Munas, APCASI mengeluarkan rekomendasi terhadap pemerintah. Salah satu poin rekomendasi itu adalah
agar kebijakan pemerintah tidak memberlakukan Domestic Market Obligation (DMO) pada ekspor cangkang kelapa sawit.
Dijelaskan Dikki, bahwa kebijakan
DMO pada ekspor tak relevan dari sisi logistic cost. Sebab, industri dalam negeri seperti PLN dapat menggunakan barang tersebut sebagai bahan bakar.
“Menjual di dalam negeri lebih untung, harga sama dengan ekspor keluar tapi tidak ada potongan pajak. Kalau keluar negeri kan ada bea keluar dan levy,” ujarnya.
Poin lainnya, APCASI meminta pemerintah melengkapi sarana prasarana seperti pelabuhan di tempat-tempat pengadaan cangkang kelapa sawit. Sebab, lokasi pengadaan kelapa sawit jauh dari pusat industri.
Padahal lanjut Dikki, cangkang kelapa sawit yang diekspor keluar negeri semuanya berasal dari remote area (daerah terpencil).
Mengenai suport pemerintah, Dikki menilai bahwa regulasi yang dikeluarkan pemerintah justru menghambat para pengusaha dengan tingginya pajak ekspor dan pungutan.
“Baru pada Februari 2022 diturunkan dari 30 US dollar menjadi 16 US dollar, artinya belum sepenuhnya didukung malah cukup menghambat dengan tingginya pajak,” pungkas dia. (Fry)

























Discussion about this post