30.2 C
Bogor
Sabtu, 6 Maret 2021

Waduh! Usai Disuntik Vaksin, Pegawai RSUD Alami Pusing

Must read

Sekolah Nekad Gelar KBM Tatap Muka, Bakal Diberi Sanksi

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Sesuai kesepakatan Pemerintah Kota Bogor dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Barat, bagi sekolah yang nekad melaksanakan Kegiatan...

Virus Corona B117 Masuk Jabar, Warga Diminta Waspada

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Pandemi covid-19 juga belum teratasi, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengimbau agar warga waspada terhadap varian virus Coron B117...

Kadin Kota Bogor Cari Ketua Baru

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Seiring habisnya masa jabatan ketua, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor akan gelar Musyawarah Kota (Mukota) ke VII,...

Dodi Warning Kadernya Yang Catut Namanya di KLB PD

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Kota Bogor R Dodi Setiawan menunjukan loyalitas dan kesetiannya terhadap Ketum Agus Harimurti Yudhoyono...

BogorOne.co.id I Kota Bogor – Seorang tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) mengalami pusing setelah disuntik vaksin sinovac, Kamis (14/01/21). Seperti diketahui mereka melaksanakan vaksinasi tahap pertama dengan jatah 40 dosis vaksin..

Dari beberapa peserta yang sudah di suntik vaksin, terdapat satu orang peserta bernama Hendra Firdaus karyawan petugas gudang farmasi RSUD yang mengalami efek samping dari vaksin Sinovac.

Dirinya mengalami pusing dibagian kepala belakang dan badannya tiba-tiba lemas. Sehingga petugas medis langsung membawanya ke ruang observasi untuk dilakukan penanganan medis.

Dengan selang oksigen yang menempel di hidungnya dan dalam keadaan terbaring, Hendra menuturkan bahwa kondisi tubuhnya sehat sebelum di suntik,” tadi setelah selesai disuntik, saya langsung pusing-pusing,” ucap Hendra saat dikonfirmasi.

Kondisi Hendra yang terbaring lemah, juga ditinjau dan dilihat langsung oleh Walikota Bogor Bima Arya disela melihat langsung vaksinasi di RSUD. Sementara, petugas vaksinasi RSUD, dr. Nelwan menuturkan, dari peserta yang di vaksin, ada satu orang yang mengeluh setelah disuntik.

Nelwan menjelaskan, keluhannya nyeri di kepala sebelah kanan, pusing-pusing sehingga di observasi dulu. Untuk pemeriksaan kesehatannya normal, tensi normal, detak nadi normal, termasuk suhu tubuh normal. Sehingga lolos untuk disuntik vaksin.

“Tidak ada penyakit bawaan dan sudah di screening aman bisa di vaksin. Tapi tadi setelah disuntik tadi, ternyata ada keluhan pusing di kepala,” ungkapnya.

Peserta vaksinasi lain, Putra yang bertugas di bagian Binatu mengaku biasa biasa saja setelah di vaksin. “Biasa aja, kondisi saya baik dan tidak ada efek apapun. Tapi memang harus menunggu 30 menit setelah disuntik sampai normal,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang Medik RSUD dr. Sari Candrawati mengatakan vaksinasi dibagi tiga kali dalam seminggu dengan kuota 40 orang dosis vaksin setiap pelaksanaan vaksinasi. “Jadi total dosis ada 120 vaksin dalam satu minggu di RSUD. Hari ini kita melaksanakan dengan kuota 40 orang. Jadi peserta yang sudah mendapatkan SMS dan sudah registrasi, langsung di vaksin,” jelasnya.

Untuk total Nakes di RSUD ada 600 orang, sedangkan total keseluruhan Nakes dan SDM pendukung kesehatan ada 1.032 orang. Semua akan diberikan vaksin secara bertahap, tetapi yang priorotas yakni Nakes-Nakes terlebih dahulu. Terkait pelayanan di RSUD tetap normal dengan adanya kegiatan vaksinasi ini.

“Kami bagi menjadi 2 tim yang bekerja melakukan vaksinasi sehingga tidak menggangu pelayanan pelayanan di RSUD. Pelayanan tetap berjalan normal dan tidak terpengaruh. Peserta yang sudah di vaksin juga setelah kondisinya normal, langsung bekerja kembali,” tutupnya.

Sementara Bima mengaku mendatangi RSUD untuk melihat dan memantau langsung proses vaksinasi di RSUD. “Saya ingin langsung melihat proses vaksinasi di RSUD. Saya ingin memastikan Nakes sebagai garda terdepan langsung mendapatkan vaksin,” kata Bima.

Dengan vaksinasi yang dilakukan, lanjut Bima, diharapkan pemberian vaksin bisa secepatnya terdistribusikan. “Kita harapkan satu bulan ini selesai yaa untuk para Nakes yang menjadi prioritas mendapatkan vaksin,” harap Politisi PAN itu. (Red)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Sekolah Nekad Gelar KBM Tatap Muka, Bakal Diberi Sanksi

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Sesuai kesepakatan Pemerintah Kota Bogor dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Barat, bagi sekolah yang nekad melaksanakan Kegiatan...

Virus Corona B117 Masuk Jabar, Warga Diminta Waspada

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Pandemi covid-19 juga belum teratasi, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengimbau agar warga waspada terhadap varian virus Coron B117...

Kadin Kota Bogor Cari Ketua Baru

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Seiring habisnya masa jabatan ketua, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor akan gelar Musyawarah Kota (Mukota) ke VII,...

Dodi Warning Kadernya Yang Catut Namanya di KLB PD

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Kota Bogor R Dodi Setiawan menunjukan loyalitas dan kesetiannya terhadap Ketum Agus Harimurti Yudhoyono...

DPRD KOTA BOGOR AKAN TERBITKAN PERDA SANTUAN KEMATIAN BAGI MASYARAKAT

BogorOne.co.id | Kota Bogor - DPRD Kota Bogor akan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Santunan Kematian Bagi Masyarakat. Saat ini Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda)...