BogorOne.co.id | Kota Bogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dan mantan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menghadiri Kuliah Umum Mahasiswa Baru Sekolah Pascasarjana IPB Semester Ganjil 2025 di Graha Widya Wisuda, IPB University, Dramaga, Kabupaten Bogor, Kamis, 14 Agustus 2025.
Dedie Rachim berharap kuliah umum tersebut dapat meningkatkan kecintaan mahasiswa terhadap bangsa dan negara.
“Dengan mengikuti kuliah umum ini, saya berharap para mahasiswa bisa semakin mencintai bangsa dan negara dengan memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan IPB University sudah berlangsung lama dan terus berlanjut. Dedie juga mengumumkan rencana pembangunan koridor Biskita dari Kota Bogor hingga IPB Dramaga.
“Karena perkembangan pembangunan IPB ini harus ditunjang juga oleh infrastruktur. Ke depan ada rencana Pemkot untuk membangun koridor baru, dari Bubulak, Cifor, Situ Gede, Cangkurawok sampai dengan IPB. Nah ini akan mendukung keberadaan IPB sebagai world class university,” kata Dedie.
Sementara itu, SBY menyampaikan berbagai tantangan yang akan dihadapi generasi mendatang serta strategi dan solusi jangka panjang dalam menghadapi persoalan global. Ia menekankan pentingnya kemampuan adaptif dalam menghadapi perubahan.
“Saya betul-betul bangga, saya punya harapan yang lebih besar kepada IPB, karena visi IPB. Idealnya, apa yang dilakukan, termasuk inovasinya, menurut saya menunjukkan IPB memang salah satu world class university, salah satu center of excellence, dan sesuai dengan semangat zaman, tantangan zaman,” ujarnya.
SBY menambahkan, pengalaman yang didapat mahasiswa di IPB sangat berguna untuk kontribusi nyata bagi Indonesia dan dunia.
“Untuk mahasiswa, termasuk mahasiswa baru, timbalah pengalaman sebanyak-banyaknya dari IPB University ini, pasti ada gunanya. Saya alumnus, rasanya ketika saya menempuh S3 dan disertasi tentang ekonomi Indonesia dan saya terapkan dalam economic policy, hasilnya nyata,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Rektor IPB, Prof. Arif Satria, mengingatkan mahasiswa tentang berbagai tantangan global yang tengah dihadapi, mulai dari krisis perlindungan hingga krisis geopolitik.
“Oleh karena itu, tidak ada cara lain, selain bagi para mahasiswa IPB untuk mengembangkan diri, kemudian pada akhirnya bisa berhikmat untuk kepentingan kemanusiaan, untuk kepentingan bangsa, dan juga untuk kepentingan dunia yang lebih damai, dunia yang lebih membahagiakan,” ujarnya.
Baginya, mahasiswa IPB harus menjadi inspiratif, inovatif, dan berintegritas setelah menempuh pendidikan di universitas tersebut.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post