BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Warga Desa Lumpang, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, menggeruduk sebuah pabrik pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Warga menilai aktivitas pabrik tersebut telah mencemari lingkungan dan berdampak pada kesehatan masyarakat.
Marsiti, warga Kampung Gintung Cilejer, Desa Lumpang, mengatakan pencemaran mulai dirasakan sejak tiga bulan terakhir. Menurut dia, air sumur warga berubah kualitas dan menyebabkan gangguan kesehatan, terutama penyakit kulit.
“Sudah tiga bulan sumur air tercemar. Warga, termasuk anak-anak, mengalami gatal-gatal dan penyakit kulit,” kata Marsiti, Rabu, 7 Januari 2026.
Selain air, warga juga mengeluhkan perubahan kualitas udara di sekitar pabrik. Bau tidak sedap kerap tercium saat pabrik beroperasi.
Marsiti menyebut kondisi tersebut mendorong warga menuntut penghentian aktivitas pabrik.
“Kami minta pabrik itu ditutup karena mengganggu kesehatan warga,” ujarnya.
Kepala Desa Lumpang, M. Rodis Faisal, membenarkan adanya keluhan masyarakat terkait pabrik pengolahan limbah tersebut. Ia mengatakan pemerintah desa telah melayangkan surat imbauan penghentian aktivitas kepada pihak perusahaan sejak 22 Desember 2025.
“Begitu ada informasi aktivitas pengolahan limbah yang membuat warga tidak nyaman, saya langsung ke lokasi dan memberikan surat imbauan penghentian kegiatan,” kata Rodis.
Namun, menurut dia, imbauan tersebut tidak diindahkan. Pabrik masih beroperasi hingga saat ini. Rodis menyatakan pihaknya telah meminta instansi terkait untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Pegiat lingkungan juga siap membantu warga untuk mendesak penghentian aktivitas pabrik limbah itu,” ujarnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post