BogorOne.co.id | Jakarta – Pada tahun 2024 ada sekitar 7 pabrik tekstil yang tutup alias bangkrut di Indonesia dan sekitar sekitar 15.114 orang terpaksa jadi korban PHK sehingga menjadi pengangguran.
Hal itu diungkapkan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Ristadi. Menurut dia, penurunan order hingga sama sekali tak ada order menjadi penyebab utama bangkrutnya pabrik-pabrik tekstil tersebut.
Dia juga menegaskan, bahwa data tersebut hanya mencakup pabrik tempat pekerja anggota KSPN bekerja. Belum lagi pabrik-pabrik tempat karyawan yang tidak bernaung di KSPN.
Menurut Ristadi, ada tiga perusahaan yang tergabung dalam bendera Kusuma Group, yakni PT Kusumaputra Santosa, PT Kusumahadi Snatosa, dan PT Pamor Spinning Mills.
Perusahaan tersebut memproduksi benang, hingga produk hilir berupa kain (printing). Dia juga menyatakan bahwa
potensi PKH di sektor TPT masih terus berjalan.
“Penyebabnya semua hampir sama, order turun sampai nggak ada order sama sekali. Karena itu, pemerintah harus segera turun tangan,” ujar Ristadi dikutip CNBC Indonesia, Minggu 29 September 2024.
Baru-baru ini Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang memutuskan pailit PT Pandanarum Kenangan Textil (Panamtex) yang memproduksi Sarung Tenun BINSALEH, Sarung GOYOR dan Surban dan telah berdiri pada tahun 1994 di Pekalongan.
Mengenai kasus pailitnya pabrik Panamtex, nasib 510 pekerja terancam karena kena PHK, meskipun perusahaan sudah mengajukan kasasi untuk tetap beroperasi.
Berikut Daftar Pabrik Tekstil Yang Tutup Pada Tahun 2024
1. PT Sampangan Duta Panca Sakti Tekstil (Dupantex), Jawa Tengah: PHK 700-an orang
2. PT Alenatex, Jawa Barat: PHK 700-an orang
3. PT Kusumahadi Santosa, Jawa Tengah: PHK 500-an orang
4. PT Kusumaputra Santosa, Jawa Tengah: PHK 400-an orang
5. PT Pamor Spinning Mills, Jawa Tengah: PHK 700-an orang
6. PT Sai Apparel, Jawa Tengah: PHK 8.000-an orang
7. PT Sinar Panca Jaya di Jawa Tengah: PHK 340 orang (terbaru di Agustus 2024)
Berikut Perusahaan PHK Massal karena Efisiensi
1. PT Sinar Pantja Djaja, Jawa Tengah: sekitar 2.000 karyawan
2. PT Bitratex, Jawa Tengah: sekitar 400 karyawan
3. PT Djohartex, Jawa Tengah: sekitar 300 karyawan
4. PT Pulomas, Jawa Barat: sekitar 100 karyawan. (Fry)


























Discussion about this post