BogorOne.co.id | Kota Bogor – Diskusi publik melalui Podcast Suara Pokja Wartawan (Sowan) Pokwan DPRD Kota Bogor digelar, Rabu (17/02/21) menghadirkan tiga tokoh penting sebagai mata sumber.
Diskusi kali ini mengulas lebih jauh tentang kebijakan ganjil genap dan efektivitasnya, terhadap penurunan kasus Covid-19 Kota Bogor dan siasat pengusaha untuk tetap survive
Ketiga narasumber itu antara lain
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor yang juga koordinator Komisi 4 DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin dan perwakilan dari pengusaha yakni Ketua PHRI Kota Bogor Yuno Abeta Lahay.
Seperti diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Bogor dan Satgas Covid-19 Kota Bogor, sepakat memperpanjang kebijakan ganjil genap pada akhir pekan ini di hari Sabtu-Minggu.
Kebijakan ganjil genap itu pun menimbulkan pro dan kontra di masyarakat yang juga berdampak pada beberapa sektor terutama sektor ekonomi.
Disisi lain, berdasarkan data kebijakan itu mampu menekan kasus positif di Kota Bogor, namun nampaknya kurang bagus untuk perputaran ekonomi khusunya disektor pariwisata misalnya hotel dan restoran.
Berdasarkan data dari PHRI, selama diberlakukan kebijakan ganjil genap okupansi hotel dan restoran terjun bebas , karena mengalami penuruna pengunjung hingga 50 persen lebih.
Anak-anak kreatif yang tergabung dari awak berbagai media itu sengaja mengambil tema ‘untung rugi ganjil genap’ karena akan berdampak luas dimasyarakat dan bertujuan memberi pemahaman kebijakan itu seutuhnya. (Red)























Discussion about this post