BogorOne.co.id | Kota Bogor – Pemerintah Kota Bogor mengubah arah penyediaan layanan Wi-Fi gratis bagi masyarakat. Setelah sebelumnya digunakan untuk menopang pembelajaran jarak jauh saat pandemi Covid-19, akses internet gratis kini diarahkan ke ruang-ruang publik yang menjadi titik aktivitas warga.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor Ana Ismawati mengatakan perubahan itu dilakukan seiring berakhirnya masa darurat pandemi. Menurut dia, kebutuhan akses internet kini tidak lagi hanya berkaitan dengan kegiatan belajar dari rumah, tetapi juga pelayanan dan aktivitas masyarakat di ruang publik.
“Pada saat puncak pandemi, Pemerintah Kota Bogor memfasilitasi Wi-Fi gratis di 789 RW. Program emergency tersebut dibiayai melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk durasi tiga bulan, yakni September hingga November,” kata Ana, Jumat, 11 September 2026.
Skema pengadaan kemudian berubah pada tahun berikutnya. Anggaran dan proses penyediaan layanan dialihkan ke tingkat kelurahan karena kondisi teknis jaringan di setiap wilayah berbeda, termasuk ketersediaan penyedia layanan internet.
“Pada tahun berikutnya, anggaran dan proses pengadaan dialihkan langsung ke tingkat kelurahan. Pertimbangannya karena kondisi teknis jaringan, di mana tidak semua lokasi memiliki provider yang sama,” ujar Ana.
Kini, Pemkot Bogor menyediakan Wi-Fi publik gratis di 62 titik. Lokasi tersebut tersebar di sejumlah ruang yang dinilai menjadi pusat aktivitas warga, mulai dari taman, fasilitas olahraga hingga halte dan shelter transportasi umum.
Menurut Ana, perubahan fokus tersebut menyesuaikan fungsi internet yang semakin melekat pada aktivitas masyarakat. Akses internet, kata dia, tidak hanya dibutuhkan untuk pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari fasilitas pelayanan publik.
Meski demikian, belum seluruh wilayah Kota Bogor memiliki akses Wi-Fi publik gratis. Ana mengatakan masyarakat dapat mengusulkan penambahan titik internet melalui mekanisme perencanaan pembangunan pemerintah daerah.
“Untuk wilayah yang belum terjangkau, masyarakat bisa mendorong usulannya melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), mulai dari tingkat RT/RW,” katanya.
Selain Musrenbang, aspirasi mengenai kebutuhan akses internet juga dapat disampaikan melalui pokok pikiran anggota DPRD Kota Bogor. Jalur tersebut, menurut Ana, dapat digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan internet berdasarkan kondisi masing-masing wilayah.
“Untuk wilayah yang belum terjangkau, aspirasi juga bisa disalurkan melalui Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kota Bogor agar penanganannya lebih mendetail sesuai kebutuhan wilayah,” ujar dia.
62 titik Wi-Fi gratis di Kota Bogor
- Halte dan shelter transportasi
Shelter Stasiun Bogor 1 & 2, Shelter PDAM 1, Shelter Pangkalan Ciparigi, Shelter Masjid Raya Al-Muttaqin, Shelter Kol. Ahmad Syam 1, Shelter RS Hermina, Shelter Parung Banteng, Terminal Bubulak, Shelter KPPN, Shelter RS PMI, Shelter Kebun Raya, Shelter SMKN 3, Shelter Djuanda, Shelter Budi Mulia, Shelter SLTPN 8, Shelter GOR Pajajaran, Shelter DPRD, Shelter SMPN 5, Shelter Warung Jambu, Shelter Warung Jambu Dua, Shelter Pakuan, Shelter Radar Bogor, Halte SDN Cibuluh 1, Halte SDN KDH 1, Halte Museum Zoologi, Halte Perpustakaan Kota Bogor, Shelter SDN Bangka, Shelter YPHB, Shelter Pasar Gunung Batu, Shelter Lodaya, Shelter Damkar, Halte Masjid Raya, Shelter Taman Topi, Halte RS Salak, Halte Sudirman 1 dan 2, Shelter SBJ 1, Shelter UIKA 1, serta Shelter Cidangiang (Transferpoint). - Taman dan ruang terbuka hijau
Alun-Alun Kota Bogor, Taman Bangbarung, Taman Kencana, Taman Heulang, Taman Corat-Coret, Taman Lodaya, Taman Lansia, Taman Manunggal, Foodcourt Taman Sempur, dan Taman Kaulinan. - Fasilitas olahraga dan komunitas
Lapangan Olahraga Simpang Jalan Padi, GOR Bogor Utara, Area Gedung A GOR Pajajaran, Area Gedung B GOR Pajajaran, Area Panggung GOR Pajajaran, GOM Bogor Selatan, dan AEWO Mulyaharja. - Fasilitas keagamaan, pelayanan dan publik
Masjid Raya Bogor, Masjid Agung Bogor, Pojok Bermain Balai Kota, Area Pelayanan Kantor Kelurahan Kencana, dan Area Pelayanan Kantor Kelurahan Margajaya.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post