BogorOne.co.id | Kota Bogor – Munculnya tiga kluster besar yang menyebabkan kembalinya lonjakan kasus Covid-19 di Kota Bogor, hal itu membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memutuskan untuk menghentikan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM).
Dalam rapat koordiansi (rakor), Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan dari
data menunjukkan, bahwa Covid-19 di Kota Bogor grafiknya naik. Dan menurutnya hal itu harus diwaspadai.
“Ini yang harus kita waspadai, Gubernur menyampaikan bahwa ini situasi siaga 1,” kata Bima, Selasa (15/06/21).
Menurut Bima, kebijakan penghentian uji coba PTM diambil menyusul meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Bogor dalam beberapa waktu belakangan ini. “Jadi mulai Rabu 16 Juni, uji coba PTM terbatas di Kota Bogor kami hentikan. Karena kondisi Covid-19 di Kota Bogor sedang meningkat,” ujarnya.
Dari hasil rapat dengan Satgas Covid-19 Kota Bogor serta arahan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Pemkot Bogor mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Salah satunya mengehentikan uji coba PTM.
“Sebetulnya semuanya (uji coba PTM) berjalan lancar tidak ada keluhan tidak ada laporan, ya lonjakan kasus ini kalau saya lihat banyak terjadi akibat dari luar kota atau kerumunan-kerumunan di dalam kota,” ungkapnya.
Jadi kata Politisi PAN itu, Pemkot Bogor telah meminta Dinas Pendidikan untuk menyampaikan keputusan tersebut kepada sekolah-sekolah yang tengah menyelenggarakan uji coba PTM.
“Tetapi untuk PTM bulan Juli mendatang, kami belum bisa pastikan apakah batal atau gimana. Uji cobanya saja yang dihentikan,” pungkas Bima.
Seperti diketahui, bahwa uji coba PTM di Kota Bogor berlangsung sejak Senin (31/05/21) dan akan berakhir pada Selasa (15/06/21).
Setidaknya ada 73 sekolah yang ikut ambil bagian dalam masa uji coba PTM. 73 sekolah tersebut terdiri dari 20 SMP Negeri, 17 SMP Swasta. Kemudian, untuk sekolah dasar (SD) masing-masing ada 6 SD di 6 kecamatan yang berada di Kota Bogor.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Hanafi mengaku, pihaknha memperpanjang ujicoba PTM tingkat SMP hingga akhir Juni. Hal itu dilakukan setelah melalui evaluasi bersama. “Sudah ada evaluasi soal itu,” ucapnya.
Kata dia, evaluasi dilakukan selama sepekan sekali, sedangkan evaluasi harian dilakukan oengawas beserta puskesmas. “Sejauh ini banyak sekolah yang mengajukan untuk PTM, tapi kami akan verifikasi kesiapan mereka untuk PTM Juli,” ungkapnya.
Hanafi menjelaskan, ujicoba PTM dilaksanakan bergilir sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Sehari, sambung dia, ada sembilan sekolah yang melaksanakan ujicoba. (Fry)




























Discussion about this post