BogorOne.co.id | Tangerang – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, memasuki hari kedelapan pada Selasa (7/7/2026). Meski tim gabungan telah berhasil mengendalikan sekitar 50 persen dari total area terdampak seluas 18 hektare, proses pemadaman masih menghadapi tantangan karena api membakar hingga ke bagian bawah timbunan sampah.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan karakteristik kebakaran di TPA Jatiwaringin menyerupai kebakaran lahan gambut. Bara api tersimpan di lapisan dalam tumpukan sampah sehingga sulit dipadamkan hanya dengan penyemprotan dari permukaan.
“Api berada di bawah timbunan sampah sehingga membutuhkan penanganan khusus,” kata Djohan kepada wartawan, Rabu, 8 Juli 2026.
Menurut dia, kemajuan operasi pemadaman terus meningkat. Hingga kini, sekitar separuh area kebakaran telah berhasil dikendalikan, naik dibandingkan capaian sehari sebelumnya yang berada di kisaran 45 persen. Sementara itu, proses pembersihan kawasan terdampak telah mencapai sekitar 70 persen.
Untuk menjangkau titik api yang tersembunyi, tim gabungan mengerahkan buldoser dan ekskavator guna mengurai tumpukan sampah. Material seperti plastik, kaca, dan berbagai jenis limbah membuat proses pemadaman lebih rumit karena menghambat akses petugas menuju sumber api.
“Metode penguraian dilakukan menggunakan buldoser dan ekskavator untuk mengais serta membongkar tumpukan sampah yang masih mengeluarkan asap,” ujar Djohan.
Selain membongkar timbunan sampah, BNPB mengoptimalkan pendinginan menggunakan metode inject yang dijalankan tim Manggala Agni. Teknik tersebut dilakukan dengan menyuntikkan air ke bagian dalam timbunan agar bara api yang masih tersisa dapat dipadamkan.
Saat ini, operasi difokuskan di sektor utara, selatan, dan terutama sisi barat TPA Jatiwaringin mengikuti arah embusan angin. Puluhan mobil tangki berkapasitas 4.000 hingga 5.000 liter secara bergantian memasok air ke armada pemadam di lokasi.
Sebanyak 500 personel gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut. Di samping jalur darat, BNPB juga mengerahkan empat helikopter water bombing untuk menjangkau titik api yang sulit diakses petugas.
Djohan memastikan operasi pemadaman akan terus berlangsung hingga seluruh api berhasil dipadamkan. Apabila masa status tanggap darurat selama dua pekan berakhir sementara kebakaran belum sepenuhnya terkendali, pemerintah daerah akan memperpanjang status darurat.
“Perintahnya sampai padam dan kita lakukan secepatnya. Jika status dua minggu itu berlalu dan belum tuntas, SK daruratnya akan diperpanjang oleh pemerintah daerah,” katanya.
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post