BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Seorang bocah asal Medan bernama Fadil diduga mengalami penganiayaan oleh pasangan pemilik warung di kawasan Puncak, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa Fadil, yang merupakan yatim, dibawa dari Medan untuk bekerja di warung milik pasangan yang dikenal dengan panggilan Ucok.
Sejumlah warga sekitar mengaku telah beberapa kali mendengar kabar bahwa Fadil mengalami kekerasan selama bekerja. Puncaknya terjadi pada Selasa, 9 November 2025, ketika warga menemukan bocah itu dalam kondisi terluka di bagian tangan, diduga akibat dipukul menggunakan besi. Fadil sempat melarikan diri ke Kampung Cikatapis sebelum ditemukan warga dan diberi pertolongan. Namun, ia kemudian dibawa kembali ke warung tempatnya bekerja.
Pada hari yang sama, warga mendatangi rumah pemilik warung untuk meminta penjelasan. Keesokan harinya, pasangan tersebut mengaku telah memulangkan Fadil ke Medan. Warga meminta bukti perjalanan, namun keduanya tidak dapat menunjukkannya. Kecurigaan semakin menguat setelah warga kembali ke lokasi pada Rabu, 10 Desember 2025, dan mendapati warung serta rumah tersebut telah ditinggalkan.
Hingga kini warga tidak mengetahui keberadaan Fadil maupun pasangan yang diduga menganiayanya. Kasus ini juga menjadi perhatian publik setelah Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengunggah ulang informasi dugaan kekerasan tersebut melalui akun Instagram pribadinya.
Kapolsek Megamendung AKP Yulita mengatakan pihak yang mengelola warung itu masih memiliki hubungan keluarga dengan Fadil.
“Ini masih saudara, aslinya mereka dari Sumatera. Keterangan yang kami terima, adiknya sudah diantar pulang oleh abangnya ke Sumatera,” ujar Yulita, Kamis, 11 November 2025.
Menurut dia, keluarga di Sumatera tidak ingin memperpanjang persoalan tersebut.
“Keluarga menyampaikan tidak ingin memperpanjang, karena mereka masih saudara. Abangnya baru kembali dari Sumatera sehingga hari ini baru bisa kami mintai keterangan,” kata Yulita.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post